Inilah sesepuh BMWCCI Kediri Chapter.

BMWCCI Kediri Chapter berdiri, dibangun, hidup, dan berkembang dengan prinsip dan azas kekeluargaan yang sama rasa sama rata dan berkeadilan yang proporsional. Meski klub resmi, BMWCCI Kediri Chapter dijalankan dengan demokrasi kekeluargaan yang jauh dari nuansa feodalisme. #halah #apaansih

Enggak ada senioritas-yunioritas di dalam klub ini meski ada warga yang telah hadir sejak lama ataupun yang baru saja hadir dan bergabung. Namun demikian, siapakah sesungguhnya sesepuh yang membidani, merawat, bahkan melahirkan klub ini?

Beliau adalah AG017 Agus Subyantoro, panggil saja Mas Agus. Nama yang kondang seantero nusantara.

Pria kelahiran Banyuwangi dan berkuliah di Yogya ini menetap di Blitar, di kampung halaman sang istri tercinta, Mbak Ifana Puspa. Saat ini beliau menjalankan usaha biro perjalanan & wisata Ortus Tours sedangkan Mbak Ifana adalah abdi negara yang melayani masyarakat.

Era 2010, Mas Agus sudah bersama dengan rekan-rekan Bimmerfan Kedirian, Blitarian, Tulungagung, dan sekitarnya. Hingga 2014, Mas Agus bersama rekan-rekan di kawasan Kediri Raya dan sekitarnya turut me-mandegani berdirinya BMWCCI Kediri Chapter.

Saat posting ini kami ketik, Mas Agus menjabat sebagai Bayan alias pelaksana harian alias wakil Lurah BMWCCI Kediri Chapter. Beliau bukan saja hanya aktif menjalankan tugas-tugas klub, melainkan juga lebih aktif lagi untuk memantau, mengayomi, mengkoordinasi, dan memfasilitasi bahkan membantu pelaksanaan banyak tugas lain yang diemban rekan-rekan lainnya.

Mulai dari tugas teknis, sekedar mencetak stiker misalnya, hingga tugas manajerial seperti menjadi PIC/koordinator-penanggung jawab sebuah acara/agenda/kegiatan BMWCCI Kediri Chapter semuanya telah dan pernah beliau lampaui.

Bukan sekedar melampaui dan sukses mengemban, menjalankan, dan menunaikannya. Semua beban, tugas, dan tanggung jawab klub yang diamanatkan kepada beliau, bukan saja hanya kelar dan beres namun juga terwujud dan tercapai dengan sempurna!

Mas Agus juga dikenal sebagai satu-satunya warga Kedirian yang paling independen: menjalankan roda organisasi sesuai kaidah. aturan, dan tata-cara organisasi sekaligus menjaga silaturahmi sesama warga BMWCCI Kediri Chapter bahkan dengan sesama warga komunitas otomotif di sekitaran; namun beliau sangat memisahkan urusan (antar) personal/pribadi (yang enggak berkaitan sama sekali) dengan urusan klub.

Enggak ada ceritaya di tangan beliau, urusan pribadi antar personal bercampur aduk dengan urusan klub. “Independensi” inilah yang membuat kami semua tanpa terkecuali begitu hormat dan respek/menghargai betul-betul terhadap beliau.

Meski demikian, beliaunya sama sekali bukanlah sosok yang kaku, keras, ataupun birokratis. Sangat berbalik dengan itu semua, meski tegas namun beliau ini cenderung lemah-lembut dalam menghadapi rekan-rekannya sesama warga Kedirian. Lebih dari itu, bagi warga Kedirian, Mas Agus ini malah dikenal sebagai sosok yang sangat humoris. Lebh tepatnya: ngeselin!

Jika berbicara dan berpendapat, banyakan plesetannya meski inti pendapatnya sama sekali enggak hilang dan enggak kabur.

Sering kali rekan-rekannya para warga Kedirian yang harus menjelaskan ulang ada apa yang terjadi karena beliau datang dengan telmi dan lemot. Baru setelah beliaunya nyambung wabil connect, semuanya menjadi clear dan tercerahkan oleh nasihat dan arahan beliau.

#Ampun, Mas! Njenengan emang warbiasah!


Mas Agus adalah panutan dan teladan kami tentang bagaimana klub ini atau sebuah klub seharusnya dijalankan: aturan organisasi ditegakkan, silaturahmi antar-warga dijaga erat, namun urusan antar-personal sama sekali tidak dilibatkan apalagi dicampradukkan. Dari kiprah beliaulah akhirnya kami mendapatkan gudance tersebut.

Dan dengan bangga kami meneladaninya sebagai sesepuh sesungguhnya BMWCCI Kediri Chapter. Dia/beliaulah Mas Agus Subyantoro, The Father of BMWCCI Kediri Chapter.[]

Tips dan trik memilih danmiara BMW lawas untuk pemula.

Pertama, pastikan hati kita cocok. Bukan karena ikut-ikutan teman. Karena miara BMW itu memang kompleks. Kalau hati enggak cocok, ini berpotensi bikin galau.

Kedua, pastikan kebutuhan dan selera kita yang seperti apa. Ada tiga klasifikasi umum di BMW: kompak, menengah, besar.

Semakin kompak akan semakin lincah di manuver dan handling-nya. Juga simpel di perawatannya, karena teknologi keseluruhannya enggak terlalu kompleks (dibanding seri atasnya).

Semakin besar akan semakin nyaman dan kurang lincah di handling, juga akan semakin rumit di perawatannya karena teknologinya yang teramat kompleks.


Untuk yang bingung model apa yang dipilih, saran terbaik kami adalah E36, dengan mesin M43 jika mencari sisi keekonomisan atau mesin M52 untuk mendapatkan performa yang bertenaga.

Atau E34 dengan mesin M50. Hanya biasanya, tampang klasik E34 ini enggak banyak disukai para istri. Padahal model ini nyaman banget dengan harga perolehan yang relatif murah banget namun dengan perawtaan yang masih relatif terjangkau sekali.

Demikian kisi-kisi kecil untuk yang hendak mulai memilih dan miara BMW.

Kabut asap Riau.

Hutan adalah rumah bagi semua makhluk hidup. Kondisinya memberi pengaruh terhadap keberlangsungan hidup dalam ekosistem baik darat maupun laut.

Membakar hutan berarti membakar rumah: membakar kehidupan.

Mari dukung segala upaya pemadaman dan pemulihan, hingga semesta nan asri sudi kembali.


Anda bisa menyalurkan bantuan, baik uang ataupun masker dll, ke @palangmerah_indonesia (PMI) terdekat Anda

atau melalui saudara kita

@bmwcci.pekanbaru.chapter
BCA 0342891321 an. Adam Syafaat qq Reza Muktiwijaya

@bmwcci.padang_chapter
Bank Mandiri 111.002 2222 141
an. Fauzan Mulyana
CP:
– Anton Saiyo – 0812 6667 9980
– Boy Koto – 0853 7488 8444


Kita tidak bicara politis siapa yang salah atau bahkan apa yang salah di sini. Biarkan alam yang akan menjadi hakim yang maha adil nantinya atas semua ini.

Tapi saudara-saudara kita di sana sedang terengap-engap kena asap. Yuk kita bantu semampu kita, setidaknya dengan doa tulus ikhlas dari lubuk hati paling dalam.

Sambil kita di sini yuk kita hemat pemakaian air. Kemarau ini begitu gersang. Masih banyak saudara kita di banyak tempat yang kekeringan dan kesulitan air bersih.

Kita doakan segala bencana dan ujian ini segera terlampaui dan kita tidak mengulami kesalahan yang sama dua kali.

#Gambar & narasi awal dari @karyaadalahdoa
#RiauMelawanAsap
#RiauDaruratAsap
#BMWCCIKediriChapterBerduka
#IndonesiaBerduka

Bimmerkids Kedirian: tentang sebuah semangat.

Bimmerkid(s) Kedirian adalah julukan kami kepada putra-putri kami yang semuanya selalu antusias mengikuti acara-acara keluarga di lingkup BMWCCI Kediri Chapter.

Putra-putri keluarga Ghofar Ilmi (AG008), yang kebetulan saat tulisan ini diterbitkan beliaunya menjabat Lurah BMWCCI Kediri Chapter, rutin bikin demo heboh, “Ayah, kapan ada ngumpul bersama temen-temen Bimmerkids Kedirian lagi?”

Bu Lurah Retno Ayu cuman bisa geleng-geleng, “Begitulah anak-anak, kalau dengar kegiatan yang berbau BMW, hebohnya minta ampun.”

Lucu lagi dua putri kecil Kak Robert (AG013), Kiandra dan Diva yang masing-masing duduk di TK dan Playgroup. Janjian meeting-point berangkat turing ke Pantai Prigi pukul 12:00. Pukul 10:00 mereka berdua udah ngendon di dalam E46-nya dan enggak mau turun, enggak bisa dikasih tau kalo berangkatya masih nanti.

Ada lagi Kak Bintang yang saat ini duduk di bangku SLTP. Putra sulung Te Lucky Armada (AG009) ini begitu bangga mengunggah potongan video saat turing ke Pantai Prigi.

Unggahan yang luar biasa, sekaligus menjadi pintu masuk bagi kami untuk menanamkan nilai-nilai BMWCCI dan nilai-nilai moral universal khususnya kepadanya dan kepada Bimmerkids Kedirian umumnya.

Unsur BMWCCI-nya kami kasih masukan tentang hal perlogoan, nilai-nilai moral universalnya kami injeksikan tentang semangat belajar demi menggapai cita-cita. Selengkapnya bisa disimak dalam tuangan komen kami di sini:

View this post on Instagram

@bmwccikedirichapter SANTAI BISA,KENCANG PUN AYO

A post shared by Bintangamd23 (@bintang_kyoto23) on

Itu hanya sebagian saja. Bisa dikata, semua Bimmerkids Kedirian seperti itulah antusiasnya, dalam bentuknya masing-masing mengingat usia mereka yang beragam.

Well, kami semua awalnya dipertemukan karena kecintaan kami pada kendaraan Tjap Baling-baling ini. Namun seiring perjalanan waktu, kami semua telah berfusi menjadi sebuah keluarga. Yang bukan cuman berkutat melulu tetang kendaraan, namun juga tentang anak-anak, dan tentang lingkungan sekitar tempat di mana kami berada: budaya, sosial, kemasyarakatan, pendidikan, dan lain sebagainya.

Alhamdulillah, kami justru teramat sangat bahagia menjalani semua ini.

Apa yang kami semua rasakan kebetulan satu semangat yang sama: Tuhan meminjami kami BMW. Adalah tanggung jawab kami untuk “mem-BMW-kan” pola pikir dan pola pandang putra-putri kami, yang dalam terjemahan kami adalah: visioner, smart, open-mind, sekaligus punya prinsip dan pendirian yang kuat.

Kami mohon doa restu dan semua rekan: rekan sesama BMWCCI, rekan lintas klub/komunitas, dan semuanya saja yang membaca tulisan ini: dukung dan doakan kami BMWCCI Kediri Chapter senantiasa bisa menjaga dan menguatkan semangat ini.

Regards,
– BMWCCI Kediri Chapter.
Love you always.

Udara pagi koq begitu dingin?

Di musim kemarau yang kering tanpa air huja, suhu udara malah terasa lebih dingin. Khususnya kala pagi hari.

Mnurut penjelasan BMKG, ini karena panas yang kita rasakan di bumi merupakan energi gelombang panjang yang dipancarkan bumi setelah menyerap radiasi matahari yang merupakan gelombang pendek.

Energi panas bumi tersebut membuat kita hangat karena energi gelombang panjang tersebut dipantulkan kembali ke bumi oleh awan-awan diatas sana.

Nah, lebih dinginnya udara yang kita sekalian rasakan terutama pada musim kemarau disebabkan karena tidak adanya awan pada malam hari sehingga energi panas bumi atau gelombang panjang dipancarkan seluruhnya dan tidak ada yang dipantulkan kembali ke Bumi.

Dinginnya udara malam hari akan berlangsung hingga pagi hari menjelang siang hari hingga bumi kembali menyerap energi gelombang pendek dari matahari yang kemudian dipancarkan lagi ke atmosfer dan pada saat itulah kita akan kembali merasakan kehangatan/panas bumi.

Jadi jangan lupa siapkan jaket saat berangkat ke sekolah, ke kampus, atau bekerja. Jangan lupa minuman hangatnya.

Hati-hati kulit kering dan sariawan. Tetap banyak makan buah/sayur dan minum air putih.

Turing dan radio komunikasi

“Rem…. rem… rem….!”

Begitu komander (commander/leader/road-captain) memberikan arahan.

Bila pada umumnya barisan kendaraan akan mengerem satu per satu: yang paling depan mengerem, kemudian belakangnya ikut mengerem, belakangnya lagi menyusul mengerem, belakangnya lagi baru mengerem, demikian seterusnya.

Dengan adanya panduan melalui radio komunikasi, barisan konvoi kendaraan akan bisa mengerem lebih serentak, mirip rangkaian gerbong kereta api yang semuanya mengerem secara bersamaan.

Dengan demikian, potensi kecelakaan bisa dikurangi/diminimalisasi.

Itulah salah satu pentingnya radio komunikasi (handy talkie/walkie talkie) dalam konvoi kendaraan, semisal saat kita sedang turing.

Radio komunikasi akan menjadi indera keenam bagi para pengemudi dalam barisan konvoi kendaraan.

“Ah, turing tuh nyantai aja. Yang penting sampai ke tujuan. Saya enggak suka kalo turing musti cepat-cepat, buru-buru, tergesa-gesa!”

“Begini gaes, kita juga enggak mau kelamaan di jalan. Bisa bikin capek, lelah, suntuk, bosan, dan acara turing kita yang menyenangkan malah jadi menjemukan. Makanya kita musti koordinasi melalui radio komunikasi, bisa semua bisa barengan!”

“Begini sajalah: kita terpisah-pisah enggak apa-apa. Yang penting sampai tujuan!”

Yakh, menggunakan radio komunikasi sebenarnya adalah pilihan. Mau turingnya nyantai ataupun cepat sampai, itu pilihan grup konvoi, jika memutuskan untuk konvoi.

Namun jika memilih berkoordinasi dengan rapi, meminimalisasi risiko kecelakaan, apalagi untuk mengefisiensi dan mengektifkan waktu perjalanan, niscaya penggunaan radio komunikasi bukan lagi membantu lancarnya perjalanan, melainkan sudah ikut menentukan kelancaran perjalanan itu sendiri.

Maklum, masing-masing pengemudi itu punya karakternya masing-masing. Ada yang super santai, ada yang fleksibel, ada yang gatel kalo pelan dan sukanya bejek gas.

Dalam konvoi, karakter masing-masing individu wajib dikesampingkan. Yang ada adalah kesepkatan pola/karakter perjalanan, dan tentunya semuanya wajib tetap patuh dan tunduk pada aturan lalu-lintas jalan raya.

***

Sepulang Indonesian Bimmerfest 2015, ada konvoi gabungan antara Purwokerto Chapter, Yogyakarta Chapter, dan Kediri Chapter melintasi jalur selatan pulau Jawa.

Membelah malam, sepuluh unit kendaraan roda empat (KR4) melaju dengan kecepatan batas maksimal di ruas berliku-liku berkelok-kelok di jalur selatan Jawa Barat – Jawa Tengah.

Komandernya kala itu adalah Om Nico Wijaya dari Purwokerto Chapter. Selain cukup hafal dengan medan perjalanan, beliau juga sangat lihai memandu tim yang dipimpinnya:

  • Memberikan instruksi berapa kendaraan yang bisa mendahului sebuah truk di jalanan berkelok yang normalnya adalah medan blind-spot;
  • Mengabsen secara berkala tim/peserta konvoi sekaligus menanyakan kondisi temperatur masing-masing;
  • Menginformasikan kondisi lalu-lintas dari depan pun kondisi aspal/jalanan;
  • Mencairkan suasana dengan becanda sekaligus mem-break ketika harus ada instruksi yang wajib didengar dan dipatuhi bersama.

Lainnya itu, barisan/rombongan konvoi ditutup oleh sweeper yang juga mempuni:

  • Menginformasikan dan meminta space jika ada kendaraan dari belakang yang hendak mendahului. Pada prinsipnya, konvoi itu pasti megganggu perjalanan pengguna jalan lain. Itulah kenapa peserta konvoi-lah yang wajib mengalah jika ada kepentingan bersama dengan pengguna jalan lain, bukan pengguna jalan lain yang harus mengalah dengan konvoi kita.
  • Memberikan ijin saat barisan konvoi yang berhenti di bahu jalan hendak kembali melanjutkan perjalanan dan harus ‘naik’ ke aspal jalanan. Sweeper-lah yang paling tahu kondisi lalu-lintas dari belakang konvoi.
  • Aktif melaporkan situasi: lolos lampu merah, telah melampaui titik-titik tertentu, dll.

Prinsip dasarnya: komander rajin menginformasikan, sweeper rajin melaporkan.

Namun bukan berarti peserta yang di tengah bisa enjoy seenaknya dan membiarkan komander dan sweeper yang sibuk bekerja.

Para peserta yang di tengah juga harus aktif menjadi interceptor: mengulang/meneruskan informasi dari komander ke sweeper atau sebaliknya, in case sinyal terputus. Atau melaporkan jika konvoi terpenggal oleh lampu merah. Dan lain sebagainya.

Di Purwokerto, konvoi pit-stop sejenak dan separuh peserta konvoi pamit meninggalkan rombongan.

Tinggal rombongan Yogyakarta Chapter dan Kediri Chapter yang meneruskan perjalanan hingga kemudian berpisah di Yogyakarta.

Alhasil, separuh malam itu diisi dengan keasyikan: asyik karena perjalanan kala itu begitu efektif dan efisien, bisa melaju relatif kencang namun tanpa harus ugal-ugalan dan membahayakan pengguna jalan lain.

***

Mengingat begitu pentingnya radio komunikasi, maka ayo bagi yang belum memiliki pesawat HT, pelan-pelan upayakan memilikinya., atau pinjam. Yang penting saat konvoi ada perangkat yang membuat perjalanan kita enggak “buta”.

Harga pesawat radio komunikasi sekarang sudah relatif terjangkau, khususnya untuk merk-merk dari China. Jauh lebih murah dari harga isi bensin full-tank kita. Kemampuannya pun lumayan, cukuplah buat pegangan kala turing. Meski pastikan membeli perangkat yang layak pakai/tidak cacat. Dan pastikan membeli perangkat jangan yang terlalu jelek, karena takutnya malah buang duit tanpa mendapatkan fungsi/hasil.

Kenali pula bahasa-bahasa sederhana dalam penggunaan radio komunikasi, seperti copythat/dimengerti/diterima, over/ganti, dll. Karena radio komunikasi itu meski dua arah namun dia tidak seamless. Jadi perlu bahasa radio komunikasi agar komunikasi dan pengiriman informasi yang ada bisa clear.

Dan jangan lupa ingat nomor lambung kita sendiri pun nomor lambung teman.

Kenapa harus menggunakan nomor lambung?

Sebenarnya enggak harus. Namun nomor lambung, yang notabene adalah nomor registrasi keanggotaan kita, adalah kebanggaan tersendiri bagi kita.

Lainnya itu, nomor lambung akan menghindari kerancuan pemanggilan. Bayangkan jika ada beberapa peserta konvoi dengan nama Agus, akan sangat panjang jika harus dipanggil Agus + predikat.

Akan lebih efisien jika dipanngil dengan call sign-nya: “Kosong satu tujuh monitor!”

Regards,
– Jagawara (humas) & jagawarga (keanggotaan) BMWCCI Kediri Chapter.

Selamat jalan.

Sugeng tindak, selamat jalan rekan AG023 @nugrohoky Selamat jalan juga kepada seluruh jemaah calon haji Indonesia.

Semoga lancar ibadahnya. Budhal slamet mulih slamet, semoga selamat hingga kembali pulang ke rumah.

Labbayka Allāhumma Labbayk. Labbayk Lā Sharīka Laka Labbayk. Inna l-Ḥamda, Wa n-Niʻmata, Laka wal Mulk, Lā Sharīka Lak.

لَبَّيْكَ اللَّهُمَّ لَبَّيْكَ، لَبَّيْكَ لاَ شَرِيْكَ لَكَ لَبَّيْكَ، إِنَّ الْحَمْدَ وَالنِّعْمَةَ لَكَ وَالْمُلْكَ لاَشَرِيْكَ لَكَ

Semoga menjadi haji yang mabrur. Doa kami menyertai.

Surprise from Mobil1.

BUY MOBIL1 OIL – GET ONE COUPON, AND GET A CHANGE TO GET SPECIAL BMW MERCHANDISE: TRAVEL BAG | WALLET | FLASH DRIVE | KEYCHAIN | LANYARD | Etc

Oil purchases in the period August 1st – November 1st, 2019.

Post your photo with Mobil1 with Hastag #BMWCCIMobilOne and Tag @BMWCCI.Official

Winners will be drawn at the Indonesian Bimmerfest 2019, November 23rd. Surabaya – East Java.

More Information:
Humas BMW Car Clubs Indonesia
Hakeem +62 857-3120-7088
Reza +62 813-7612-0251
Rizky +62 811-1909-460
Indra +62 811-2652-368

Selamat Hari Anak Nasional.

Lepaskan kami ke alam bebas-luas, sekaligus lindungi kami dalam kuat-hangatnya keluarga.

Wahai para orang tua kami: curahkan, arahkan, dan dukung kami untuk menghimpun ilmu seluas samudra.

Selalu beri kami semangat dan perbaikan atas kesalahan/kekurangan kami dengan senyum, penjelasan, dan pengertian/pemahaman. Tiada guna kalian mendidik kami dengan bentakan apalagi kebencian, itu hanya akan mengotori hati dan jiwa kami.

Didiklah kami hanya dengan kelembutan dan akal-budi. Dan jangan paksa kami menjadi kalian. Kami punya kemampuan masing-masing tersendiri, yang setiap anak berbeda satu dengan lainnya dan masih tersembunyi. Bantu kami untuk memunculkannya.

Kami Bimmerkids Kedirian, kami anak Indonesia, kami bahagia.

Hari anak nasional, 23 Juli.

Dirgahayu 5 tahun BMWCCI Kediri Chapter.

Yang pertama kali mengucapkan selamat ultah kelima BMWCCI Kediri Chapter adalah presiden BMWCCI, Om Asido Regazoni via sebuah komen beliau di sebuah posting IG resmi @bmwccikedirichapter pada 14022019 silam.

14022014 sedianya memang akan dijadikan hari pengukuhan BMWCCI Kediri Chapter. Namun rencana itu tertunda karena sponsor yang katanya komitmen hendak ngasih support ke acara pengukuhan tersebut ternyata batal memberikan dukungannya.

Ndilalah, pas hari itu Gunung Kelud mbledhug. Alhasil, alam seperti menyelamatkan penundaan ini.

Jadilah kemudian acara pengukuhan digeser, rencananya ke 04042014 (de facto) yang secara de jure/administratif baru terlaksana dan diterimalah surat peresmian pada 20042014.

Sejak itu, senantiasa dibikin acara pengingat kelahiran klub ini setiap bulan April. Dari sekedar tumpengan super sederhana secara internal hingga bikin gelaran Bimmercamp sebagaimana terlaksana tahun 2014 kemarin.

April tahun 2019 ini, karena satu dan lain hal yang enggak ada acara khusus untuk memperingati ulang tahun BMWCCI Kediri Chapter. Kalo doa bersama sebagai panjatan syukur dan harapan baik ke depan sih adalah tentunya.

Tapi (meski enggak ada acara khusus) ini bukan alasan bagi saya pribadi untuk terus dan semakin mencintai klub ini, yang memang pada kenyataannya klub ini banyak memberikan banyak hal kepada saya ketimbang saya yang banyak memberi kepada klub ini.

Dirgahayu 5 taon BMWCCI Kediri Chapter.

Semoga klub ini bisa menjadi ajang kegembiraan kepada warganya pada khususnya maupun kepada sesiapa saja pada umumnya.

Semoga klub ini bisa terus memberikan manfaat kepada warganya pada khususnya maupun kepada sesiapa saja pada umumnya.

Semoga klub ini terus bersinar, menyinari, dan di/tersinari; memberikan pencerahan kepada warganya pada khususnya maupun kepada siapa saja pada umumnya.

Semoga klub ini bisa menjadi ajang kumpul maslahat dan sarana buang mudharat.

Semoga klub ini bisa langgeng sepanjang masa, dibimbing oleh BMWCCI sekaligus berkprah kepada BMWCCI.

#

Saya ini asli beneran sungguh enggak punya malu dalam semua hal. Tapi kali ini, pada lima tahun BMWCCI Kediri Chapter ini, saya pribadi justru merasa malu.

Karena saya masih lebih banyak menyusu, meminta, dan menghisap kepada klub ini ketimbang memupuk, merawat, dan membesarkan klub ini.

Lha koq bisa saya merasa seperti ini?

Sebab orang banyak mengenal saya sebagai warga BMWCCI Kediri Chapter, yang artinya saya “menerima” predikat dan identitas dari klub ini; sementara tidak banyak yang bisa saya sumbangsihkan untuk memupuk, merawat, dan membesarkan klub ini.

Ini ucapan selamat sekaligus renungan saya pribadi, pada lima tahun #bmwccikediri #bmwccikedirichapter ini.

#

Selamat ulang tahun BMWCCI Kediri Chapter. Aku mencintaimu sepanjang masa.

  • Freema Bapakne Rahman.