PEMBEBASAN IURAN.

Pandemi ini bukan hanya mengubah keadaan, namun juga telah membalik keadaan sebagian dari kita.

Merespon kondisi ini, maka BMWCCI Kediri Chapter memutuskan pembebasan iuran klub (sebenarnya iuran tahunan, namun kita bayar bulanan) mulai bulan April 2020 hingga batas waktu yang akan ditentukan kemudian.

  • Bagi yang ini mengisi kas klub selama masa pembebasan ini, tentunya tetap disilakan sebagaimana biasanya sebagai iuran/sumbangan sukarela.
  • Bagi yang melah melunasi iuran selama bulan pembebasan, maka akan dikonversi ke bulan setelah masa pembebasan.
  • Info lebih detail dan lengkap silakan berkomunikasi dengan bendahara klub.

Pembebasan ini mungkin enggak seberapa bahkan mungkin enggak ada artinya untuk menolong keadaan kita. Namun demikian, marilah kita maknai ini bukan perkara nominal, melainkan bentuk nyata keberadaan klub untuk kita semua para warga Kedirian.

Saat kita semua mencurahkan cinta hati waktu tenaga pikiran dan materi untuk klub, maka sekarang biarlah klub membalas semuanya dengan cara seadanya sedapatnya sebisanya. Sekali lagi ini bukan tentang nominal, ini semua adalah tentang cinta.

Cinta kita kepada klub, dan cinta klub kepada kita semua warga Kedirian.

BMWCCI Kediri Chapter dilahirkan, diasuh, dibesarkan, digerakkan, dijalankan, dirawat, dihidupi, dan dimakmurkan oleh para warganya. Sebab itu semua juga akan kembali kepada kita, para warga Kedirian.

Dari, oleh, dan untuk kita juga.

Ini bukan soal demokrasi. Sekali lagi, ini semua tentang cinta. Cinta kita yang memara untuk BMWCCI Kediri Chapter. Dan cinta BMWCCI Kediri Chapter untuk kita semua bersama.

EL-MUSCHAP 2020.

Pertama dan mudah-mudahan sekali-sekalinya ini dalam sejarah: musyawarah & rembug warga BMWCCI Kediri Chapter dilakukan secara daring (dalam jaring/online).

Sabtu, 30 Mei 2020. Jam pelaksanaan akan dikoordinasikan secara tentatif.

Agenda utama:

  • Evaluasi klub sepanjang 2018 – 2020.
  • Pemilihan lurah periode 2020 – 2022.

Ayo warga Kedirian, buktikan cintamu pada BMWCCI Kediri Chapter, berpartisipasilah dalam muschap yang bisa kita ikuti sambil geletakan, enggak pakai mandi dulu, bisa pakai celana kolor saja, tapi tampak atas wajib tetap pakai seragam klub lho ya!

Biar tetep ganteng & cantik wajahmu – wajahia pas ditayar (tangkap layar/screenshoot) nanti.

Pilihlah calon idamanmu untuk menjadi lurah kita tercinta selanjutnya.

Siapkan sendiri cemilanmu. Karena enggak ada panitia yang nyiapkan cemilan di mejamu masing-masing.

Catet!

Mohon doa restu dari semua saja tanpa terkecuali agar el-muschap ini sukses kami laksanakan.

#muschap
#elmuschap
#elmuschap2020
#muschap2020
#pilihanlurah
#pemilihanlurah
#bmwccikediri
#bmwccikedirichapter
#joyistogether
#joyistogetherness
#joyishere
#joyisalwayshere
#stayhome
#stayathome
#staydafe
#stayhomestaysafe
#stayhomestaymuschap

67 TAHUN EMHA AINUN NADJIB.

Bukan hanya tanki bahan bakar atau batere yang harus diisi, otak ini juga perlu diisi terus dengan wawasan dan pengetahuan.

Bukan hanya bodi atau interior kendaraan yang harus selalu dibersihkan. Hati kita ini juga perlu senantiasa terus dibersihkan agar terbebas dari segala kotoran hati dan kuman kedengkian.

Cak Nun, Mbah Nun hadir enggak ada urusannya dengan bimmer. Ngapain sosok seagung beliau ngurusi kaum bimmerfan? Yang harus dia momong/emong adalah seluruh manusia seantero nusantara, bahkan seantero dunia ini. Agar wawas otaknya dan bersih hatinya.

Namun sebagai bimmerfan, kami punya “urusan” dengannya. Sebab dialah guru otak dan hati kami senantiasa.

Sebagai bimmerfan, kami harus tunduk taat patuh kepada peraturan lalu-lintas jalan raya. Namun sebagai manusia anak bangsa Indonesia, kami senantiasa mendengarkannya agar kami enggak jadi manusia yang arogan, baik di masyarakat maupun di jalan raya.

Sebagai bimmerfan, kami berusaha sekuat tenaga merawat bimmer kami agar bisa mengantarkan kami dengan selamat saat berkendara dari titik sini ke titik sana. Namun sebagai anak bangsa Indonesia, kami mendengarkannya agar kami bisa berkiprah dan bermanfaat kepada masyarakat, bangsa, dan alam raya; selamat dunia-akhirat.

Sebagai bimmerfan dan anak bangsa, dengan mendengarkannya kami akan ringan untuk menyumbangsihkan bimmer dan diri kami sendiri ini untuk kepentingan orang banyak, bukan sebaliknya mengorbankan kepentingan orang banyak demi bimmer dan diri kami sendiri.

Sugeng tanggap warsa, selamat ulang tahun Mbah Nun. Teruslah jangan pernah lelah memimbing kami yang masih penuh kesesatan batin ini.

Sehat senantiasa ya Mbah! Doa kami menyertai.

Kedchap 6.

Tahun 2020 ini adalah tahun keenam BMWCCI Kediri Chapter hadir dan menjadi wadah berkumpul para penggemar/pengguna BMW di kawasan karesidenan Kediri Raya dan sekitarnya.

Seperti biasanya, setiap tahun BMWCCI Kediri Chapter senantiasa merilis semangat tahunannya. Yang bisa saja berbentuk ikon, logo, frasa, atau campuran semuanya.

Enam tahun usia BMWCCI Kediri Chapter pada tahun 2020 ini, kami merilis semangat berupa sebuah ikon menyerupai angka enam (6) dengan frasa berupa tagar (tanda pagar/hashtag) #KedchapB6SD dan hargon BA6US DHEWE.

IKON SERUPA ANGKA 6.

  • Bentuknya yang serupa angka 6 jelas menunjukkan usia BMWCCI Kediri Chapter yang telah menginjak 6 tahun.
  • Ikon tersebut merupakan garis dari pita tricolour stripes yang khas milik BMW-M.

    Kenapa kami memilih ornamennya sebagai pita yang “disusun” serupa angka 6 ketimbang misalnya gradasi, atau divisi/pecahan, atau aplikasi lain dari tricolour-stripes khas BMW-M tersebut?

    Maknanya adalah: kami menginginkan ketiga warna itu bersama-sama, bukan sekedar menyatu/disatukan.

    Dan kenapa harus tricolor-stripes tersebut?

    Sebenarnya kami pingin saja semburat biru yang melambangkan generasi mobil listrik, atau warma biru/putih/hitam/abu-abu yang khas corporate colour-nya BMW. Namun saat ini obsesi semangat kami masih ke BMW-M yang berkesan “melaju”. Begitu menurut kami. ๐Ÿ˜€
  • Ikon serupa angka 6 tersebut senada dengan spiral-nya hipnotis. Artinya, BMWCCI Kediri Chapter ingin menghipnotis Anda semua dengan semangat dan kultur kami yang apa adanya, bukan adanya apa.

    Ini juga yang membuat pola tersebut kami gambar dengan “ngawur”, bukan dengan pola simetris atau “rapi”.

    Yakh, awalnya memang pola ikon 6 tersebut datang dari ide sketsa tangan.
  • Di dalam atau di inti ikon 6 tersebut apa pola berbentuk hati. Dan di ujung luar ikon 6 tersebut apa panah ke luar. Kami ingin membuncahkan isi hati kami yang “menghipnotis” ke dunia luar.

Ini adalah revisi kedua dari sketsa awal yang ada. Ornamen/pola hati tersebut direvisikan oleh Ki Lurah BMWCCI Kediri Chapter yang saat ini menjabat, Mas Ghofar Ilmi.

#KedchapB6SD – BAGUS DHEWE.

Ini adalah tambahan semangat yang melengkapi ikon 6 tersebut. Mustinya #KedchapBGSD – BAGUS DHEWE. Berhubung nuansanya 6 tahun, maka G-nya kami ganti dengan 6.

Semangat ini tidak berlaku di momen 6 tahun BMWCCI Kediri Chapter ini saja. Nantinya (dengan mengembalikan angka 6 ke huruf G), kami akan meneruskan frasa ini sepanjang masa.

Detailnya apa maksud atau apa yang terkandung dalam frasa ini, kami sendiri pun susah untuk menjelaskannya.

Ini murni gambaran kultural kami, yang lucu dan menggemaskan, dalam beragam implementasinya dalam keseharian kami. Begitu sih pinginnya!

  • Jagawara (Humas) BMWCCI Kediri Chapter.

Inilah sesepuh BMWCCI Kediri Chapter.

BMWCCI Kediri Chapter berdiri, dibangun, hidup, dan berkembang dengan prinsip dan azas kekeluargaan yang sama rasa sama rata dan berkeadilan yang proporsional. Meski klub resmi, BMWCCI Kediri Chapter dijalankan dengan demokrasi kekeluargaan yang jauh dari nuansa feodalisme. #halah #apaansih

Enggak ada senioritas-yunioritas di dalam klub ini meski ada warga yang telah hadir sejak lama ataupun yang baru saja hadir dan bergabung. Namun demikian, siapakah sesungguhnya sesepuh yang membidani, merawat, bahkan melahirkan klub ini?

Beliau adalah AG017 Agus Subyantoro, panggil saja Mas Agus. Nama yang kondang seantero nusantara.

Pria kelahiran Banyuwangi dan berkuliah di Yogya ini menetap di Blitar, di kampung halaman sang istri tercinta, Mbak Ifana Puspa. Saat ini beliau menjalankan usaha biro perjalanan & wisata Ortus Tours sedangkan Mbak Ifana adalah abdi negara yang melayani masyarakat.

Era 2010, Mas Agus sudah bersama dengan rekan-rekan Bimmerfan Kedirian, Blitarian, Tulungagung, dan sekitarnya. Hingga 2014, Mas Agus bersama rekan-rekan di kawasan Kediri Raya dan sekitarnya turut me-mandegani berdirinya BMWCCI Kediri Chapter.

Saat posting ini kami ketik, Mas Agus menjabat sebagai Bayan alias pelaksana harian alias wakil Lurah BMWCCI Kediri Chapter. Beliau bukan saja hanya aktif menjalankan tugas-tugas klub, melainkan juga lebih aktif lagi untuk memantau, mengayomi, mengkoordinasi, dan memfasilitasi bahkan membantu pelaksanaan banyak tugas lain yang diemban rekan-rekan lainnya.

Mulai dari tugas teknis, sekedar mencetak stiker misalnya, hingga tugas manajerial seperti menjadi PIC/koordinator-penanggung jawab sebuah acara/agenda/kegiatan BMWCCI Kediri Chapter semuanya telah dan pernah beliau lampaui.

Bukan sekedar melampaui dan sukses mengemban, menjalankan, dan menunaikannya. Semua beban, tugas, dan tanggung jawab klub yang diamanatkan kepada beliau, bukan saja hanya kelar dan beres namun juga terwujud dan tercapai dengan sempurna!

Mas Agus juga dikenal sebagai satu-satunya warga Kedirian yang paling independen: menjalankan roda organisasi sesuai kaidah. aturan, dan tata-cara organisasi sekaligus menjaga silaturahmi sesama warga BMWCCI Kediri Chapter bahkan dengan sesama warga komunitas otomotif di sekitaran; namun beliau sangat memisahkan urusan (antar) personal/pribadi (yang enggak berkaitan sama sekali) dengan urusan klub.

Enggak ada ceritaya di tangan beliau, urusan pribadi antar personal bercampur aduk dengan urusan klub. “Independensi” inilah yang membuat kami semua tanpa terkecuali begitu hormat dan respek/menghargai betul-betul terhadap beliau.

Meski demikian, beliaunya sama sekali bukanlah sosok yang kaku, keras, ataupun birokratis. Sangat berbalik dengan itu semua, meski tegas namun beliau ini cenderung lemah-lembut dalam menghadapi rekan-rekannya sesama warga Kedirian. Lebih dari itu, bagi warga Kedirian, Mas Agus ini malah dikenal sebagai sosok yang sangat humoris. Lebh tepatnya: ngeselin!

Jika berbicara dan berpendapat, banyakan plesetannya meski inti pendapatnya sama sekali enggak hilang dan enggak kabur.

Sering kali rekan-rekannya para warga Kedirian yang harus menjelaskan ulang ada apa yang terjadi karena beliau datang dengan telmi dan lemot. Baru setelah beliaunya nyambung wabil connect, semuanya menjadi clear dan tercerahkan oleh nasihat dan arahan beliau.

#Ampun, Mas! Njenengan emang warbiasah!


Mas Agus adalah panutan dan teladan kami tentang bagaimana klub ini atau sebuah klub seharusnya dijalankan: aturan organisasi ditegakkan, silaturahmi antar-warga dijaga erat, namun urusan antar-personal sama sekali tidak dilibatkan apalagi dicampradukkan. Dari kiprah beliaulah akhirnya kami mendapatkan gudance tersebut.

Dan dengan bangga kami meneladaninya sebagai sesepuh sesungguhnya BMWCCI Kediri Chapter. Dia/beliaulah Mas Agus Subyantoro, The Father of BMWCCI Kediri Chapter.[]

Kabut asap Riau.

Hutan adalah rumah bagi semua makhluk hidup. Kondisinya memberi pengaruh terhadap keberlangsungan hidup dalam ekosistem baik darat maupun laut.

Membakar hutan berarti membakar rumah: membakar kehidupan.

Mari dukung segala upaya pemadaman dan pemulihan, hingga semesta nan asri sudi kembali.


Anda bisa menyalurkan bantuan, baik uang ataupun masker dll, ke @palangmerah_indonesia (PMI) terdekat Anda

atau melalui saudara kita

@bmwcci.pekanbaru.chapter
BCA 0342891321 an. Adam Syafaat qq Reza Muktiwijaya

@bmwcci.padang_chapter
Bank Mandiri 111.002 2222 141
an. Fauzan Mulyana
CP:
– Anton Saiyo – 0812 6667 9980
– Boy Koto – 0853 7488 8444


Kita tidak bicara politis siapa yang salah atau bahkan apa yang salah di sini. Biarkan alam yang akan menjadi hakim yang maha adil nantinya atas semua ini.

Tapi saudara-saudara kita di sana sedang terengap-engap kena asap. Yuk kita bantu semampu kita, setidaknya dengan doa tulus ikhlas dari lubuk hati paling dalam.

Sambil kita di sini yuk kita hemat pemakaian air. Kemarau ini begitu gersang. Masih banyak saudara kita di banyak tempat yang kekeringan dan kesulitan air bersih.

Kita doakan segala bencana dan ujian ini segera terlampaui dan kita tidak mengulami kesalahan yang sama dua kali.

#Gambar & narasi awal dari @karyaadalahdoa
#RiauMelawanAsap
#RiauDaruratAsap
#BMWCCIKediriChapterBerduka
#IndonesiaBerduka

Bimmerkids Kedirian: tentang sebuah semangat.

Bimmerkid(s) Kedirian adalah julukan kami kepada putra-putri kami yang semuanya selalu antusias mengikuti acara-acara keluarga di lingkup BMWCCI Kediri Chapter.

Putra-putri keluarga Ghofar Ilmi (AG008), yang kebetulan saat tulisan ini diterbitkan beliaunya menjabat Lurah BMWCCI Kediri Chapter, rutin bikin demo heboh, “Ayah, kapan ada ngumpul bersama temen-temen Bimmerkids Kedirian lagi?”

Bu Lurah Retno Ayu cuman bisa geleng-geleng, “Begitulah anak-anak, kalau dengar kegiatan yang berbau BMW, hebohnya minta ampun.”

Lucu lagi dua putri kecil Kak Robert (AG013), Kiandra dan Diva yang masing-masing duduk di TK dan Playgroup. Janjian meeting-point berangkat turing ke Pantai Prigi pukul 12:00. Pukul 10:00 mereka berdua udah ngendon di dalam E46-nya dan enggak mau turun, enggak bisa dikasih tau kalo berangkatya masih nanti.

Ada lagi Kak Bintang yang saat ini duduk di bangku SLTP. Putra sulung Te Lucky Armada (AG009) ini begitu bangga mengunggah potongan video saat turing ke Pantai Prigi.

Unggahan yang luar biasa, sekaligus menjadi pintu masuk bagi kami untuk menanamkan nilai-nilai BMWCCI dan nilai-nilai moral universal khususnya kepadanya dan kepada Bimmerkids Kedirian umumnya.

Unsur BMWCCI-nya kami kasih masukan tentang hal perlogoan, nilai-nilai moral universalnya kami injeksikan tentang semangat belajar demi menggapai cita-cita. Selengkapnya bisa disimak dalam tuangan komen kami di sini:

View this post on Instagram

@bmwccikedirichapter SANTAI BISA,KENCANG PUN AYO

A post shared by Bintangamd23 (@bintang_kyoto23) on

Itu hanya sebagian saja. Bisa dikata, semua Bimmerkids Kedirian seperti itulah antusiasnya, dalam bentuknya masing-masing mengingat usia mereka yang beragam.

Well, kami semua awalnya dipertemukan karena kecintaan kami pada kendaraan Tjap Baling-baling ini. Namun seiring perjalanan waktu, kami semua telah berfusi menjadi sebuah keluarga. Yang bukan cuman berkutat melulu tetang kendaraan, namun juga tentang anak-anak, dan tentang lingkungan sekitar tempat di mana kami berada: budaya, sosial, kemasyarakatan, pendidikan, dan lain sebagainya.

Alhamdulillah, kami justru teramat sangat bahagia menjalani semua ini.

Apa yang kami semua rasakan kebetulan satu semangat yang sama: Tuhan meminjami kami BMW. Adalah tanggung jawab kami untuk “mem-BMW-kan” pola pikir dan pola pandang putra-putri kami, yang dalam terjemahan kami adalah: visioner, smart, open-mind, sekaligus punya prinsip dan pendirian yang kuat.

Kami mohon doa restu dan semua rekan: rekan sesama BMWCCI, rekan lintas klub/komunitas, dan semuanya saja yang membaca tulisan ini: dukung dan doakan kami BMWCCI Kediri Chapter senantiasa bisa menjaga dan menguatkan semangat ini.

Regards,
– BMWCCI Kediri Chapter.
Love you always.

Turing dan radio komunikasi

“Rem…. rem… rem….!”

Begitu komander (commander/leader/road-captain) memberikan arahan.

Bila pada umumnya barisan kendaraan akan mengerem satu per satu: yang paling depan mengerem, kemudian belakangnya ikut mengerem, belakangnya lagi menyusul mengerem, belakangnya lagi baru mengerem, demikian seterusnya.

Dengan adanya panduan melalui radio komunikasi, barisan konvoi kendaraan akan bisa mengerem lebih serentak, mirip rangkaian gerbong kereta api yang semuanya mengerem secara bersamaan.

Dengan demikian, potensi kecelakaan bisa dikurangi/diminimalisasi.

Itulah salah satu pentingnya radio komunikasi (handy talkie/walkie talkie) dalam konvoi kendaraan, semisal saat kita sedang turing.

Radio komunikasi akan menjadi indera keenam bagi para pengemudi dalam barisan konvoi kendaraan.

“Ah, turing tuh nyantai aja. Yang penting sampai ke tujuan. Saya enggak suka kalo turing musti cepat-cepat, buru-buru, tergesa-gesa!”

“Begini gaes, kita juga enggak mau kelamaan di jalan. Bisa bikin capek, lelah, suntuk, bosan, dan acara turing kita yang menyenangkan malah jadi menjemukan. Makanya kita musti koordinasi melalui radio komunikasi, bisa semua bisa barengan!”

“Begini sajalah: kita terpisah-pisah enggak apa-apa. Yang penting sampai tujuan!”

Yakh, menggunakan radio komunikasi sebenarnya adalah pilihan. Mau turingnya nyantai ataupun cepat sampai, itu pilihan grup konvoi, jika memutuskan untuk konvoi.

Namun jika memilih berkoordinasi dengan rapi, meminimalisasi risiko kecelakaan, apalagi untuk mengefisiensi dan mengektifkan waktu perjalanan, niscaya penggunaan radio komunikasi bukan lagi membantu lancarnya perjalanan, melainkan sudah ikut menentukan kelancaran perjalanan itu sendiri.

Maklum, masing-masing pengemudi itu punya karakternya masing-masing. Ada yang super santai, ada yang fleksibel, ada yang gatel kalo pelan dan sukanya bejek gas.

Dalam konvoi, karakter masing-masing individu wajib dikesampingkan. Yang ada adalah kesepkatan pola/karakter perjalanan, dan tentunya semuanya wajib tetap patuh dan tunduk pada aturan lalu-lintas jalan raya.

***

Sepulang Indonesian Bimmerfest 2015, ada konvoi gabungan antara Purwokerto Chapter, Yogyakarta Chapter, dan Kediri Chapter melintasi jalur selatan pulau Jawa.

Membelah malam, sepuluh unit kendaraan roda empat (KR4) melaju dengan kecepatan batas maksimal di ruas berliku-liku berkelok-kelok di jalur selatan Jawa Barat – Jawa Tengah.

Komandernya kala itu adalah Om Nico Wijaya dari Purwokerto Chapter. Selain cukup hafal dengan medan perjalanan, beliau juga sangat lihai memandu tim yang dipimpinnya:

  • Memberikan instruksi berapa kendaraan yang bisa mendahului sebuah truk di jalanan berkelok yang normalnya adalah medan blind-spot;
  • Mengabsen secara berkala tim/peserta konvoi sekaligus menanyakan kondisi temperatur masing-masing;
  • Menginformasikan kondisi lalu-lintas dari depan pun kondisi aspal/jalanan;
  • Mencairkan suasana dengan becanda sekaligus mem-break ketika harus ada instruksi yang wajib didengar dan dipatuhi bersama.

Lainnya itu, barisan/rombongan konvoi ditutup oleh sweeper yang juga mempuni:

  • Menginformasikan dan meminta space jika ada kendaraan dari belakang yang hendak mendahului. Pada prinsipnya, konvoi itu pasti megganggu perjalanan pengguna jalan lain. Itulah kenapa peserta konvoi-lah yang wajib mengalah jika ada kepentingan bersama dengan pengguna jalan lain, bukan pengguna jalan lain yang harus mengalah dengan konvoi kita.
  • Memberikan ijin saat barisan konvoi yang berhenti di bahu jalan hendak kembali melanjutkan perjalanan dan harus ‘naik’ ke aspal jalanan. Sweeper-lah yang paling tahu kondisi lalu-lintas dari belakang konvoi.
  • Aktif melaporkan situasi: lolos lampu merah, telah melampaui titik-titik tertentu, dll.

Prinsip dasarnya: komander rajin menginformasikan, sweeper rajin melaporkan.

Namun bukan berarti peserta yang di tengah bisa enjoy seenaknya dan membiarkan komander dan sweeper yang sibuk bekerja.

Para peserta yang di tengah juga harus aktif menjadi interceptor: mengulang/meneruskan informasi dari komander ke sweeper atau sebaliknya, in case sinyal terputus. Atau melaporkan jika konvoi terpenggal oleh lampu merah. Dan lain sebagainya.

Di Purwokerto, konvoi pit-stop sejenak dan separuh peserta konvoi pamit meninggalkan rombongan.

Tinggal rombongan Yogyakarta Chapter dan Kediri Chapter yang meneruskan perjalanan hingga kemudian berpisah di Yogyakarta.

Alhasil, separuh malam itu diisi dengan keasyikan: asyik karena perjalanan kala itu begitu efektif dan efisien, bisa melaju relatif kencang namun tanpa harus ugal-ugalan dan membahayakan pengguna jalan lain.

***

Mengingat begitu pentingnya radio komunikasi, maka ayo bagi yang belum memiliki pesawat HT, pelan-pelan upayakan memilikinya., atau pinjam. Yang penting saat konvoi ada perangkat yang membuat perjalanan kita enggak “buta”.

Harga pesawat radio komunikasi sekarang sudah relatif terjangkau, khususnya untuk merk-merk dari China. Jauh lebih murah dari harga isi bensin full-tank kita. Kemampuannya pun lumayan, cukuplah buat pegangan kala turing. Meski pastikan membeli perangkat yang layak pakai/tidak cacat. Dan pastikan membeli perangkat jangan yang terlalu jelek, karena takutnya malah buang duit tanpa mendapatkan fungsi/hasil.

Kenali pula bahasa-bahasa sederhana dalam penggunaan radio komunikasi, seperti copythat/dimengerti/diterima, over/ganti, dll. Karena radio komunikasi itu meski dua arah namun dia tidak seamless. Jadi perlu bahasa radio komunikasi agar komunikasi dan pengiriman informasi yang ada bisa clear.

Dan jangan lupa ingat nomor lambung kita sendiri pun nomor lambung teman.

Kenapa harus menggunakan nomor lambung?

Sebenarnya enggak harus. Namun nomor lambung, yang notabene adalah nomor registrasi keanggotaan kita, adalah kebanggaan tersendiri bagi kita.

Lainnya itu, nomor lambung akan menghindari kerancuan pemanggilan. Bayangkan jika ada beberapa peserta konvoi dengan nama Agus, akan sangat panjang jika harus dipanggil Agus + predikat.

Akan lebih efisien jika dipanngil dengan call sign-nya: “Kosong satu tujuh monitor!”

Regards,
– Jagawara (humas) & jagawarga (keanggotaan) BMWCCI Kediri Chapter.

Selamat jalan.

Sugeng tindak, selamat jalan rekan AG023 @nugrohoky Selamat jalan juga kepada seluruh jemaah calon haji Indonesia.

Semoga lancar ibadahnya. Budhal slamet mulih slamet, semoga selamat hingga kembali pulang ke rumah.

Labbayka Allฤhumma Labbayk. Labbayk Lฤ Sharฤซka Laka Labbayk. Inna l-แธคamda, Wa n-Niสปmata, Laka wal Mulk, Lฤ Sharฤซka Lak.

ู„ูŽุจูŽู‘ูŠู’ูƒูŽ ุงู„ู„ูŽู‘ู‡ูู…ูŽู‘ ู„ูŽุจูŽู‘ูŠู’ูƒูŽุŒ ู„ูŽุจูŽู‘ูŠู’ูƒูŽ ู„ุงูŽ ุดูŽุฑููŠู’ูƒูŽ ู„ูŽูƒูŽ ู„ูŽุจูŽู‘ูŠู’ูƒูŽุŒ ุฅูู†ูŽู‘ ุงู„ู’ุญูŽู…ู’ุฏูŽ ูˆูŽุงู„ู†ูู‘ุนู’ู…ูŽุฉูŽ ู„ูŽูƒูŽ ูˆูŽุงู„ู’ู…ูู„ู’ูƒูŽ ู„ุงูŽุดูŽุฑููŠู’ูƒูŽ ู„ูŽูƒูŽ

Semoga menjadi haji yang mabrur. Doa kami menyertai.

Surprise from Mobil1.

BUY MOBIL1 OIL – GET ONE COUPON, AND GET A CHANGE TO GET SPECIAL BMW MERCHANDISE: TRAVEL BAG | WALLET | FLASH DRIVE | KEYCHAIN | LANYARD | Etc

Oil purchases in the period August 1st – November 1st, 2019.

Post your photo with Mobil1 with Hastag #BMWCCIMobilOne and Tag @BMWCCI.Official

Winners will be drawn at the Indonesian Bimmerfest 2019, November 23rd. Surabaya – East Java.

More Information:
Humas BMW Car Clubs Indonesia
Hakeem +62 857-3120-7088
Reza +62 813-7612-0251
Rizky +62 811-1909-460
Indra +62 811-2652-368