Inilah sesepuh BMWCCI Kediri Chapter.

BMWCCI Kediri Chapter berdiri, dibangun, hidup, dan berkembang dengan prinsip dan azas kekeluargaan yang sama rasa sama rata dan berkeadilan yang proporsional. Meski klub resmi, BMWCCI Kediri Chapter dijalankan dengan demokrasi kekeluargaan yang jauh dari nuansa feodalisme. #halah #apaansih

Enggak ada senioritas-yunioritas di dalam klub ini meski ada warga yang telah hadir sejak lama ataupun yang baru saja hadir dan bergabung. Namun demikian, siapakah sesungguhnya sesepuh yang membidani, merawat, bahkan melahirkan klub ini?

Beliau adalah AG017 Agus Subyantoro, panggil saja Mas Agus. Nama yang kondang seantero nusantara.

Pria kelahiran Banyuwangi dan berkuliah di Yogya ini menetap di Blitar, di kampung halaman sang istri tercinta, Mbak Ifana Puspa. Saat ini beliau menjalankan usaha biro perjalanan & wisata Ortus Tours sedangkan Mbak Ifana adalah abdi negara yang melayani masyarakat.

Era 2010, Mas Agus sudah bersama dengan rekan-rekan Bimmerfan Kedirian, Blitarian, Tulungagung, dan sekitarnya. Hingga 2014, Mas Agus bersama rekan-rekan di kawasan Kediri Raya dan sekitarnya turut me-mandegani berdirinya BMWCCI Kediri Chapter.

Saat posting ini kami ketik, Mas Agus menjabat sebagai Bayan alias pelaksana harian alias wakil Lurah BMWCCI Kediri Chapter. Beliau bukan saja hanya aktif menjalankan tugas-tugas klub, melainkan juga lebih aktif lagi untuk memantau, mengayomi, mengkoordinasi, dan memfasilitasi bahkan membantu pelaksanaan banyak tugas lain yang diemban rekan-rekan lainnya.

Mulai dari tugas teknis, sekedar mencetak stiker misalnya, hingga tugas manajerial seperti menjadi PIC/koordinator-penanggung jawab sebuah acara/agenda/kegiatan BMWCCI Kediri Chapter semuanya telah dan pernah beliau lampaui.

Bukan sekedar melampaui dan sukses mengemban, menjalankan, dan menunaikannya. Semua beban, tugas, dan tanggung jawab klub yang diamanatkan kepada beliau, bukan saja hanya kelar dan beres namun juga terwujud dan tercapai dengan sempurna!

Mas Agus juga dikenal sebagai satu-satunya warga Kedirian yang paling independen: menjalankan roda organisasi sesuai kaidah. aturan, dan tata-cara organisasi sekaligus menjaga silaturahmi sesama warga BMWCCI Kediri Chapter bahkan dengan sesama warga komunitas otomotif di sekitaran; namun beliau sangat memisahkan urusan (antar) personal/pribadi (yang enggak berkaitan sama sekali) dengan urusan klub.

Enggak ada ceritaya di tangan beliau, urusan pribadi antar personal bercampur aduk dengan urusan klub. “Independensi” inilah yang membuat kami semua tanpa terkecuali begitu hormat dan respek/menghargai betul-betul terhadap beliau.

Meski demikian, beliaunya sama sekali bukanlah sosok yang kaku, keras, ataupun birokratis. Sangat berbalik dengan itu semua, meski tegas namun beliau ini cenderung lemah-lembut dalam menghadapi rekan-rekannya sesama warga Kedirian. Lebih dari itu, bagi warga Kedirian, Mas Agus ini malah dikenal sebagai sosok yang sangat humoris. Lebh tepatnya: ngeselin!

Jika berbicara dan berpendapat, banyakan plesetannya meski inti pendapatnya sama sekali enggak hilang dan enggak kabur.

Sering kali rekan-rekannya para warga Kedirian yang harus menjelaskan ulang ada apa yang terjadi karena beliau datang dengan telmi dan lemot. Baru setelah beliaunya nyambung wabil connect, semuanya menjadi clear dan tercerahkan oleh nasihat dan arahan beliau.

#Ampun, Mas! Njenengan emang warbiasah!


Mas Agus adalah panutan dan teladan kami tentang bagaimana klub ini atau sebuah klub seharusnya dijalankan: aturan organisasi ditegakkan, silaturahmi antar-warga dijaga erat, namun urusan antar-personal sama sekali tidak dilibatkan apalagi dicampradukkan. Dari kiprah beliaulah akhirnya kami mendapatkan gudance tersebut.

Dan dengan bangga kami meneladaninya sebagai sesepuh sesungguhnya BMWCCI Kediri Chapter. Dia/beliaulah Mas Agus Subyantoro, The Father of BMWCCI Kediri Chapter.[]

Kabut asap Riau.

Hutan adalah rumah bagi semua makhluk hidup. Kondisinya memberi pengaruh terhadap keberlangsungan hidup dalam ekosistem baik darat maupun laut.

Membakar hutan berarti membakar rumah: membakar kehidupan.

Mari dukung segala upaya pemadaman dan pemulihan, hingga semesta nan asri sudi kembali.


Anda bisa menyalurkan bantuan, baik uang ataupun masker dll, ke @palangmerah_indonesia (PMI) terdekat Anda

atau melalui saudara kita

@bmwcci.pekanbaru.chapter
BCA 0342891321 an. Adam Syafaat qq Reza Muktiwijaya

@bmwcci.padang_chapter
Bank Mandiri 111.002 2222 141
an. Fauzan Mulyana
CP:
– Anton Saiyo – 0812 6667 9980
– Boy Koto – 0853 7488 8444


Kita tidak bicara politis siapa yang salah atau bahkan apa yang salah di sini. Biarkan alam yang akan menjadi hakim yang maha adil nantinya atas semua ini.

Tapi saudara-saudara kita di sana sedang terengap-engap kena asap. Yuk kita bantu semampu kita, setidaknya dengan doa tulus ikhlas dari lubuk hati paling dalam.

Sambil kita di sini yuk kita hemat pemakaian air. Kemarau ini begitu gersang. Masih banyak saudara kita di banyak tempat yang kekeringan dan kesulitan air bersih.

Kita doakan segala bencana dan ujian ini segera terlampaui dan kita tidak mengulami kesalahan yang sama dua kali.

#Gambar & narasi awal dari @karyaadalahdoa
#RiauMelawanAsap
#RiauDaruratAsap
#BMWCCIKediriChapterBerduka
#IndonesiaBerduka

Bimmerkids Kedirian: tentang sebuah semangat.

Bimmerkid(s) Kedirian adalah julukan kami kepada putra-putri kami yang semuanya selalu antusias mengikuti acara-acara keluarga di lingkup BMWCCI Kediri Chapter.

Putra-putri keluarga Ghofar Ilmi (AG008), yang kebetulan saat tulisan ini diterbitkan beliaunya menjabat Lurah BMWCCI Kediri Chapter, rutin bikin demo heboh, “Ayah, kapan ada ngumpul bersama temen-temen Bimmerkids Kedirian lagi?”

Bu Lurah Retno Ayu cuman bisa geleng-geleng, “Begitulah anak-anak, kalau dengar kegiatan yang berbau BMW, hebohnya minta ampun.”

Lucu lagi dua putri kecil Kak Robert (AG013), Kiandra dan Diva yang masing-masing duduk di TK dan Playgroup. Janjian meeting-point berangkat turing ke Pantai Prigi pukul 12:00. Pukul 10:00 mereka berdua udah ngendon di dalam E46-nya dan enggak mau turun, enggak bisa dikasih tau kalo berangkatya masih nanti.

Ada lagi Kak Bintang yang saat ini duduk di bangku SLTP. Putra sulung Te Lucky Armada (AG009) ini begitu bangga mengunggah potongan video saat turing ke Pantai Prigi.

Unggahan yang luar biasa, sekaligus menjadi pintu masuk bagi kami untuk menanamkan nilai-nilai BMWCCI dan nilai-nilai moral universal khususnya kepadanya dan kepada Bimmerkids Kedirian umumnya.

Unsur BMWCCI-nya kami kasih masukan tentang hal perlogoan, nilai-nilai moral universalnya kami injeksikan tentang semangat belajar demi menggapai cita-cita. Selengkapnya bisa disimak dalam tuangan komen kami di sini:

View this post on Instagram

@bmwccikedirichapter SANTAI BISA,KENCANG PUN AYO

A post shared by Bintangamd23 (@bintang_kyoto23) on

Itu hanya sebagian saja. Bisa dikata, semua Bimmerkids Kedirian seperti itulah antusiasnya, dalam bentuknya masing-masing mengingat usia mereka yang beragam.

Well, kami semua awalnya dipertemukan karena kecintaan kami pada kendaraan Tjap Baling-baling ini. Namun seiring perjalanan waktu, kami semua telah berfusi menjadi sebuah keluarga. Yang bukan cuman berkutat melulu tetang kendaraan, namun juga tentang anak-anak, dan tentang lingkungan sekitar tempat di mana kami berada: budaya, sosial, kemasyarakatan, pendidikan, dan lain sebagainya.

Alhamdulillah, kami justru teramat sangat bahagia menjalani semua ini.

Apa yang kami semua rasakan kebetulan satu semangat yang sama: Tuhan meminjami kami BMW. Adalah tanggung jawab kami untuk “mem-BMW-kan” pola pikir dan pola pandang putra-putri kami, yang dalam terjemahan kami adalah: visioner, smart, open-mind, sekaligus punya prinsip dan pendirian yang kuat.

Kami mohon doa restu dan semua rekan: rekan sesama BMWCCI, rekan lintas klub/komunitas, dan semuanya saja yang membaca tulisan ini: dukung dan doakan kami BMWCCI Kediri Chapter senantiasa bisa menjaga dan menguatkan semangat ini.

Regards,
– BMWCCI Kediri Chapter.
Love you always.

Turing dan radio komunikasi

“Rem…. rem… rem….!”

Begitu komander (commander/leader/road-captain) memberikan arahan.

Bila pada umumnya barisan kendaraan akan mengerem satu per satu: yang paling depan mengerem, kemudian belakangnya ikut mengerem, belakangnya lagi menyusul mengerem, belakangnya lagi baru mengerem, demikian seterusnya.

Dengan adanya panduan melalui radio komunikasi, barisan konvoi kendaraan akan bisa mengerem lebih serentak, mirip rangkaian gerbong kereta api yang semuanya mengerem secara bersamaan.

Dengan demikian, potensi kecelakaan bisa dikurangi/diminimalisasi.

Itulah salah satu pentingnya radio komunikasi (handy talkie/walkie talkie) dalam konvoi kendaraan, semisal saat kita sedang turing.

Radio komunikasi akan menjadi indera keenam bagi para pengemudi dalam barisan konvoi kendaraan.

“Ah, turing tuh nyantai aja. Yang penting sampai ke tujuan. Saya enggak suka kalo turing musti cepat-cepat, buru-buru, tergesa-gesa!”

“Begini gaes, kita juga enggak mau kelamaan di jalan. Bisa bikin capek, lelah, suntuk, bosan, dan acara turing kita yang menyenangkan malah jadi menjemukan. Makanya kita musti koordinasi melalui radio komunikasi, bisa semua bisa barengan!”

“Begini sajalah: kita terpisah-pisah enggak apa-apa. Yang penting sampai tujuan!”

Yakh, menggunakan radio komunikasi sebenarnya adalah pilihan. Mau turingnya nyantai ataupun cepat sampai, itu pilihan grup konvoi, jika memutuskan untuk konvoi.

Namun jika memilih berkoordinasi dengan rapi, meminimalisasi risiko kecelakaan, apalagi untuk mengefisiensi dan mengektifkan waktu perjalanan, niscaya penggunaan radio komunikasi bukan lagi membantu lancarnya perjalanan, melainkan sudah ikut menentukan kelancaran perjalanan itu sendiri.

Maklum, masing-masing pengemudi itu punya karakternya masing-masing. Ada yang super santai, ada yang fleksibel, ada yang gatel kalo pelan dan sukanya bejek gas.

Dalam konvoi, karakter masing-masing individu wajib dikesampingkan. Yang ada adalah kesepkatan pola/karakter perjalanan, dan tentunya semuanya wajib tetap patuh dan tunduk pada aturan lalu-lintas jalan raya.

***

Sepulang Indonesian Bimmerfest 2015, ada konvoi gabungan antara Purwokerto Chapter, Yogyakarta Chapter, dan Kediri Chapter melintasi jalur selatan pulau Jawa.

Membelah malam, sepuluh unit kendaraan roda empat (KR4) melaju dengan kecepatan batas maksimal di ruas berliku-liku berkelok-kelok di jalur selatan Jawa Barat – Jawa Tengah.

Komandernya kala itu adalah Om Nico Wijaya dari Purwokerto Chapter. Selain cukup hafal dengan medan perjalanan, beliau juga sangat lihai memandu tim yang dipimpinnya:

  • Memberikan instruksi berapa kendaraan yang bisa mendahului sebuah truk di jalanan berkelok yang normalnya adalah medan blind-spot;
  • Mengabsen secara berkala tim/peserta konvoi sekaligus menanyakan kondisi temperatur masing-masing;
  • Menginformasikan kondisi lalu-lintas dari depan pun kondisi aspal/jalanan;
  • Mencairkan suasana dengan becanda sekaligus mem-break ketika harus ada instruksi yang wajib didengar dan dipatuhi bersama.

Lainnya itu, barisan/rombongan konvoi ditutup oleh sweeper yang juga mempuni:

  • Menginformasikan dan meminta space jika ada kendaraan dari belakang yang hendak mendahului. Pada prinsipnya, konvoi itu pasti megganggu perjalanan pengguna jalan lain. Itulah kenapa peserta konvoi-lah yang wajib mengalah jika ada kepentingan bersama dengan pengguna jalan lain, bukan pengguna jalan lain yang harus mengalah dengan konvoi kita.
  • Memberikan ijin saat barisan konvoi yang berhenti di bahu jalan hendak kembali melanjutkan perjalanan dan harus ‘naik’ ke aspal jalanan. Sweeper-lah yang paling tahu kondisi lalu-lintas dari belakang konvoi.
  • Aktif melaporkan situasi: lolos lampu merah, telah melampaui titik-titik tertentu, dll.

Prinsip dasarnya: komander rajin menginformasikan, sweeper rajin melaporkan.

Namun bukan berarti peserta yang di tengah bisa enjoy seenaknya dan membiarkan komander dan sweeper yang sibuk bekerja.

Para peserta yang di tengah juga harus aktif menjadi interceptor: mengulang/meneruskan informasi dari komander ke sweeper atau sebaliknya, in case sinyal terputus. Atau melaporkan jika konvoi terpenggal oleh lampu merah. Dan lain sebagainya.

Di Purwokerto, konvoi pit-stop sejenak dan separuh peserta konvoi pamit meninggalkan rombongan.

Tinggal rombongan Yogyakarta Chapter dan Kediri Chapter yang meneruskan perjalanan hingga kemudian berpisah di Yogyakarta.

Alhasil, separuh malam itu diisi dengan keasyikan: asyik karena perjalanan kala itu begitu efektif dan efisien, bisa melaju relatif kencang namun tanpa harus ugal-ugalan dan membahayakan pengguna jalan lain.

***

Mengingat begitu pentingnya radio komunikasi, maka ayo bagi yang belum memiliki pesawat HT, pelan-pelan upayakan memilikinya., atau pinjam. Yang penting saat konvoi ada perangkat yang membuat perjalanan kita enggak “buta”.

Harga pesawat radio komunikasi sekarang sudah relatif terjangkau, khususnya untuk merk-merk dari China. Jauh lebih murah dari harga isi bensin full-tank kita. Kemampuannya pun lumayan, cukuplah buat pegangan kala turing. Meski pastikan membeli perangkat yang layak pakai/tidak cacat. Dan pastikan membeli perangkat jangan yang terlalu jelek, karena takutnya malah buang duit tanpa mendapatkan fungsi/hasil.

Kenali pula bahasa-bahasa sederhana dalam penggunaan radio komunikasi, seperti copythat/dimengerti/diterima, over/ganti, dll. Karena radio komunikasi itu meski dua arah namun dia tidak seamless. Jadi perlu bahasa radio komunikasi agar komunikasi dan pengiriman informasi yang ada bisa clear.

Dan jangan lupa ingat nomor lambung kita sendiri pun nomor lambung teman.

Kenapa harus menggunakan nomor lambung?

Sebenarnya enggak harus. Namun nomor lambung, yang notabene adalah nomor registrasi keanggotaan kita, adalah kebanggaan tersendiri bagi kita.

Lainnya itu, nomor lambung akan menghindari kerancuan pemanggilan. Bayangkan jika ada beberapa peserta konvoi dengan nama Agus, akan sangat panjang jika harus dipanggil Agus + predikat.

Akan lebih efisien jika dipanngil dengan call sign-nya: “Kosong satu tujuh monitor!”

Regards,
– Jagawara (humas) & jagawarga (keanggotaan) BMWCCI Kediri Chapter.

Selamat jalan.

Sugeng tindak, selamat jalan rekan AG023 @nugrohoky Selamat jalan juga kepada seluruh jemaah calon haji Indonesia.

Semoga lancar ibadahnya. Budhal slamet mulih slamet, semoga selamat hingga kembali pulang ke rumah.

Labbayka Allāhumma Labbayk. Labbayk Lā Sharīka Laka Labbayk. Inna l-Ḥamda, Wa n-Niʻmata, Laka wal Mulk, Lā Sharīka Lak.

لَبَّيْكَ اللَّهُمَّ لَبَّيْكَ، لَبَّيْكَ لاَ شَرِيْكَ لَكَ لَبَّيْكَ، إِنَّ الْحَمْدَ وَالنِّعْمَةَ لَكَ وَالْمُلْكَ لاَشَرِيْكَ لَكَ

Semoga menjadi haji yang mabrur. Doa kami menyertai.

Surprise from Mobil1.

BUY MOBIL1 OIL – GET ONE COUPON, AND GET A CHANGE TO GET SPECIAL BMW MERCHANDISE: TRAVEL BAG | WALLET | FLASH DRIVE | KEYCHAIN | LANYARD | Etc

Oil purchases in the period August 1st – November 1st, 2019.

Post your photo with Mobil1 with Hastag #BMWCCIMobilOne and Tag @BMWCCI.Official

Winners will be drawn at the Indonesian Bimmerfest 2019, November 23rd. Surabaya – East Java.

More Information:
Humas BMW Car Clubs Indonesia
Hakeem +62 857-3120-7088
Reza +62 813-7612-0251
Rizky +62 811-1909-460
Indra +62 811-2652-368

Selamat Hari Anak Nasional.

Lepaskan kami ke alam bebas-luas, sekaligus lindungi kami dalam kuat-hangatnya keluarga.

Wahai para orang tua kami: curahkan, arahkan, dan dukung kami untuk menghimpun ilmu seluas samudra.

Selalu beri kami semangat dan perbaikan atas kesalahan/kekurangan kami dengan senyum, penjelasan, dan pengertian/pemahaman. Tiada guna kalian mendidik kami dengan bentakan apalagi kebencian, itu hanya akan mengotori hati dan jiwa kami.

Didiklah kami hanya dengan kelembutan dan akal-budi. Dan jangan paksa kami menjadi kalian. Kami punya kemampuan masing-masing tersendiri, yang setiap anak berbeda satu dengan lainnya dan masih tersembunyi. Bantu kami untuk memunculkannya.

Kami Bimmerkids Kedirian, kami anak Indonesia, kami bahagia.

Hari anak nasional, 23 Juli.

Dirgahayu 5 tahun BMWCCI Kediri Chapter.

Tahun 2014 lalu saya join BMWCCI Kediri Chapter persis tiga minggu sebelum hari pengukuhan. Di-lumantari oleh mas Freema, yang waktu itu sekaligus saya pertama mengenal BMW juga dari “racun” yang beliau sebarkan via blog Freemindcoffe. 😄👍

Karena saya join sebelum pengukuhan, saya jadi bisa mengikuti “keriuhan” persiapan hari lahir klub ini. Saya juga mengetahui, meski serba sedikit, latar belakang dan perjuangan temen-temen saat mendirikan BMWCCI Kediri Chapter: untuk menyatukan bimmerfan di kawasan eks karesidenan Kediri Raya dan sekitarnya.

Hanya berkat ridho Tuhan kita masih bisa ada/eksis dan survive hingga hari ini.

Kala itu, tantangan melahirkan dan menyelenggarakan acara pengukuhan kelahiran sebuah chapter di BMWCCI adalah pikiran kami yang identik dengan (pengeluaran) biaya besar, yang dalam benak kami bisa mencapai puluhan juta rupiah.

Namun kemudian, BMWCCI Kediri Chapter bisa “lahir” dan dikukuhkan hanya dengan mendatangkan satu rombong soto ayam Terminal Tamanan yang sangat khas dan ikonik. Waktu itu kalau enggak salah cukup dengan 700 RB untuk menebas satu rombong soto ayam kondang tersebut. Googling saja: Soto Ayam Tamanan Kediri. 😀

Plus support konsumsi lain datang dari swadaya emak-emak Bimmernita BMWCCI Kediri Chapter yang masak sendiri semua menu yang tersedia: pecel khas Kediri/Blitar, dan ayam lodho khas Tulungagung/Trenggalek.

Semuanya adalah original cuisine & heritage dari kawasan Kediri Raya.

Dalam kalkulasi kami, total budget yang tak bisa dihindari untuk dipangkas dan dihemat dan harus dibelanjakan adalah sekitar 2,5 jt rupiah saja, untuk acara pengukuhan yang alhamdulillah dihadiri hingga lebih dari 120-130an unit BMW.

Sayangnya, dengan member awal yang ngepas persyaratan dasar berdirinya sebuah chapter BMWCCI: 15 member, separuhnya tidak bisa menghadiri pengukuhan karena halangan/acara lain yang tak bisa ditolak. Kala itu, hari pengukuhan emang mepet/barengan dengan salah satu hari raya keagamaan.

Menyiapkan venue saja kami udah mau pingsan. Maklum, kami mengerjakan semuanya sendiri, tanpa EO. Karena memang tanpa ada budgetnya untuk itu.

Alhasil, kami sampai enggak bisa menjemput rekan-rekan yang datang dan menghadiri resepsi pengukuhan ini: rekan-rekan luar kota sampai nyari hotel sendiri tanpa sempat kami urusi, kami pandu, apalagi sampai kami temeni ngobrol ngopi malam.

Kami minta maaf berjuta maaf atas kekurangan ini, dan atas nama BMWCCI Kediri Chapter kami akan terus mengucapkan terima kasih yang tiada hingga atas kehadiran rekan-rekan kala pengukuhan itu.


Satu yang tak pernah bisa kami lupakan saat kelahiran kami adalah letusan Gunung Kelud.

Awalnya, kami merencanakan hari pengukuhan pada 14022014, alias 14 Februari 2014. Namun sekian waktu sebelumnya, ada salah satu sponsor yang sebelumnya berkomitmen mendukung acara ini tidak bisa lagi mewujudkan dan meneruskan komitmennya. Jadilah kami merevisi hari pengukuhan ini.

Ndilalah kersaning Allah, pada 14022014 tersebut Gunung Kelud meletus (mbledhug), memporak-porandakan Kediri Raya dan bahkan melapisi kota-kota di sebelah barat: Madiun, Solo, Yogya dengan abu vilkanik tebal. Kabarnya, abu vulkanik Gunung Kelud ini terbawa angin hingga ke Bandung.

Gunung Kelud, gunung berapi terpendek di pulau Jawa ini telah mengirimkan salam pengukuhan kepada para (calon) saudara kami.

Selain menggeser tanggal, kami juga terpaksa menggeser venue karena situasi dan kondisi. Acara yang sedianya kami siapkan ala-ala Bimmerfest di hamparan tanah lapang luas dengan latar Monumen Simpang Lima Gumul, ikon Kediri yang kami banggakan ini, akhirnya kami geser juga ke sebuah terminal angkutan umum yang kosong masih di sebelah situ juga.

Dengan suasana kota yang masih berantakan dan porak-poranda pasca letusan (bledhug) Gunung Kelud, kami kemudian menginginkan hari kelahiran BMWCCI Kediri Chapter pada 04042014. Namun pengpus BMWCCI baru bisa memberikan tanggal administratif sertifikat pengukuhan pada 20042014.

Berapapun tanggalnya, di hati kami senantiasa tertanam: kami BMWCCI Kediri Chapter telah lahir bersama letusan Gunung Kelud. Inilah penanda alam kelahiran kami.

Itulah first impression saya tentang klub ini. BMWCCI Kediri Chapter ini saya rasakan benar-benar begitu sederhana, sesungguhnya sederhana. Namun sederhana dengan nuansa unik dan nyleneh khas ala Kedirian. Inilah yang membuat saya betah dan nyaman berada di klub ini hingga sekarang dan Insya Allah seterusnya.

Dirgahayu, selamat ulang tahun ke-5 BMWCCI Kediri Chapter. Semoga ke depan kita makin bersinar (5hine). Tetap guyub kompak dalam kekeluargaan. Tetap berprestasi dalam kesederhanaan dan keunikan. Karena kita adalah BMWCCI Kediri Chapter.
😘😘😘😘

#loveyouall
#loveyoualways
#kedirichapter
#sopowaelurahe

  • Ghofar Ilmi K, AG008, Lurah BMWCCI Kediri Chapter 2018-2020.

Sendang.

BMWCCI Kediri Chapter menutup bulan Maret 2019 dengan tiga acara sekaligus:

  • Arisan#3 emak-emak Bimmernita Kedirian.
  • Tiup lilin ultah adik Vino, salah seorang Bimmerkid Kedirian, putra dari Bulik Lucky Armada.
  • Dolan turing tipis-tipis ke wanawisata Jurang Senggani, Sendang.

Ketiga acara tersebut tentunya sekaligus menjadi ajang family-gathering. Ya, setiap bulan ada arisan emak-emak Bimmernita Kedirian yang sekaligus menjadi ajang pertemuan keluarga (family gathering).

Dan khusus arisan putaran ketiga ini lebih spesial lagi, karena bulik Lucky yang menjadi sohibul bait/tuan rumah sekalian menggelar momen tiup lilin buat si kecilnya yang ultah.

Plus karena tekape-nya di Tulungagung, beberapa rekan Kedirian memutuskan sekalian main ke lokasi wanawisata yang lagi ngehits.

Dik Vino, salah satu Bimmerkid Kedirian.

30% jalanan rusak.

Berjarak sekitar 20 km dari pusat kota Tulungagung, Jawa Timur, wanawisata dan bumi perkemahan Jurang Senggani ini berlokasi di kecamatan Sendang, satu daerah di lereng Gunung Wilis sisi Tulungagung. Sebagaimana kita ketahui, sisi-sisi Gunung Wilis menghadap ke enam kabupaten di Jawa Timur, yakni: Kediri, Nganjuk, Madiun, Ponorogo, Trenggalek, dan Tulungagung.

Kawasan wisata Sendang ini ibarat Songgoriti, Batu atau mungkin Lembang, Bandung. Ada beberapa obyek wisata alam yang ada di sana. Pada umumnya adalah air terjun dan wanawisata yang merupakan taman yang sekaligus menjad bumi perkemahan, lokasi outbound, atau sekedar buat jalan-jalan saja.

Namun kawasan Sendang ini enggak seramai atau semeriah Batu ataupun Lembang. Meski ada beberapa obyek wisata, lokasinya masih relatif jauh lebih sepi ketimbang Batu ataupun Lembang. Dan ini justru enaknya.

Jarak 20 km rata-rata ditempuh dalam 40 menit. Sebab jalannya relatif sempit/tidak terlalu lebar: bisa buat simpangan kendaraan tanpa harus berhenti namun musti mengurangi kecepatan.

Dari kawasan perkoaan Tulungagung, lokasi mengarah ke luar kota melintasi perkampungan. Hingga ruas terakhir jalanan kemudian memasuki kawasan hutan.

Semakin mendekati lokasi, jalannya berganti jalan cor/concrete dan di beberapa ruas masih makadam, atau lebih tepatnya aspal namun dengan kondisi rusak. Lokasi jalan rusak ini sudah memasuki kawasan hutan, sempit, berkelok, dan kendaraan harus bergantian jalan jika bersimpangan.

Secara total, mungkin sekitar 30% dari keseluruhan ruas ini yang kondisi jalannya sempit, berkelok, dan rusak.

Meski demikian, BMW dengan kondisi standar masih teramat lancar untuk melintasi atau melalui ruas tersebut. Hanya BMW yang udah diceper saja yang akan kesulitan bahkan mungkin tidak mungkin untuk melintasinya.

Terbayarkan.

Perjuangan melintasi jalur ke Sendang dan konsentrasi tinggi untuk melintasi ruas jalan rusak, sempit, dan berkelok ini langsung terbayarkan saat kita sudah masuk ke kawasan wanawisata bumi perkemahan Jurang Senggani, Sendang, Tulungagung.

Berada di sebuah lereng, lokasinya telah ditata rapi. Rumput liar telah diganti dengan rumput taman, menghampar di bawah pepohonan pinus di sepanjang mata memandang.

Lokasi parkir lumayan menampung banyak kendaraan. Faslitas umum juga tersedia dengan sangat memadai: kafetaria, kamar mandi/toilet, juga mushalla.

Udaranya dingin, sudah pasti tentunya.

Ada panggung yang telah disiapkan pengelola wanawisata jika ada yang hendak menggelar event yang memerlukan panggung di situ.

Area perkemahan juga dapat menampung ratusan tenda.

Ada jalan setapak yang sudah dperhatikan keamanannya untuk pengunjung berjalan-jalan atau menuju gazebo di puncak sebuah bukit. Fasilitas outbond juga tersedia dengan pemesanan sebelumnya.

Tiket masuk lokasi juga relatif murah. Satu mobil dengan dua orang dewasa hanya cukup membayar 15 rb saja.

Sepertinya, lokasi ini menarik digunakan untuk menggelar Bimmercamp lagi: kemping ala bimmerfan, yang lokasinya musti bisa dijangkau dengan membawa mobil sedan yang memiliki ground-clearance rendah, tidak setinggi SUV.

Arsip

Dari semua aset negara yang ada, arsiplah yang paling berharga. Warisan nasional dari generasi ke generasi yang sangat perlu untuk dilestarikan. Tingkat keberadaban negara dilihat dari pemeliharaan dan pelestarian terhadap arsipnya.

Sir Arthur G, Kanada 1924.

Tak terasa, 2019 ini telah lima tahun usia BMWCCI Kediri Chapter. Konon, ini adalah usia kritikal dalam membentuk perjalanan kebersamaan. Sebuah entitas bisnis mungkin akan menemukan bentuk (manajemen rumah tangga)nya setelah menjalani lima tahun perjalanan. Pun dengan beragam organisasi, institusi, atau entitas apapun. Termasuk klub kecil imut BMWCCI Kediri Chapter ini.

Beragam suka-duka sedih-tawa tangis-gembira memang pada kenyataannya mewarnai perjalanan klub resmi BMW yang berada di kawasan Kediri Raya ini.

Mulai hal-ihwal kendaraan seperti kecelakaan yang dialami warga Kedirian, evakuasi kendaraan rekan yang berkendala di perjalanan. italian tuning tengah malam, ngoprek dan troubleshooting, hingga bersama-sama menyatukan semangat menjalani turing panjang;

atau hal-ihwal kekeluargaan seperti meninggalnya keluarga inti, lahirnya baby bimmer baru Kedirian, warga yang telah bertemu jodohnya dan menikah, arisan emak-emak Bimmernita Kedirian yang ostosmastis sekaligus family gathering, kopdar rutin, datangnya warga-rekan/teman-member/anggota baru maupun warga yang dengan baik-baik pamit secara fisik meninggalkan klub karena satu dan lain hal namun berjanji bahwa hati dan jiwanya masih bersama BMWCCI Kediri Chapter, hingga hal-hal ringan sederhana semacam ngopi dadakan.

Semuanya berbaur menjadi satu dalam tubuh keluarga mungil BMWCCI Kediri Chapter ini.

Sebagai klub BMW resmi, BMWCCI Kediri Chapter memang berpegang hanya pada regulasi klub yang tertuang pada AD/ART. Dan dalam lima tahun perjalanan ini, telah banyak arsip terproduksi karena sebab dijalankannya roda pemerintahan dan manajemen klub. Ada surat resmi, notis/pemberitahuan, poster-poster klub, (e)flyer, banner-banner, hingga foto-foto atau video dokumentasi kegiatan.

Pun dalam kesehariannya, di samping hal resmi klub, banyak hal alamiah kekeluargaan yang berlangsung dan terjadi sebagaimana segenap kisah di atas: kelahiran dan kematian, turing dan kopdar, rembug warga (rapat/meeting) dan ngobrol santai, ngoprek dan troubleshooting, evakuasi unit dan italian tuning, dll.

Semua perjalanan bersama sang waktu tersebut, umumnya terekam dalam segala format rekaman, baik foto, video, atau tulisan yang tercecer mulai dari grup WA internal Kedirian hingga blog resmi seperti yang Anda baca ini.


Meski BMWCCI Kediri Chapter masih baru lima tahun menjalani waktu, namun tiada terasa rekaman perjalanan seiring masa ini begitu bejibun. Khususnya segala berkas dalam format digital, karena memang kebijakan semua publikasi, komunikasi, dan interaksi dalam manajemen dan rumah tangga klub menggunakan saluran digital: IG, FB Page, grup WA internal Kedirian maupun internal BMWCCI, dan email serta cloud storage.

Dari awal-awal yang hanya sedikit menerbitkan surat atau segala macam berkas fisik/tercetak, semakin ke sini bukannya semakin banyak berkas fisik yang terproduksi justru malah sebaliknya: semakin sedikit lagi dan bahkan bisa dibilang sudah nyaris tak pernah ada berkas fisik/tercetak yang diproduksi.

Berkas fisik yang masih diproduksi mungkin hanya banner saja untuk kegiatan-kegiatan klub. Selebihnya, semua dalam bentuk digital. Andai saja panel/layar monitor berukuran super besar bisa murah untuk dibeli atau disewa, banner kegiatan klub mending dipajang melalui panel monitor ekstra raksasa saja. Jadi tak perlu ada banner yang kemudian tak bisa dipakai lagi.

Lainnya banner, surat dan berkas tercetak sepanjang 2018 ini hanya berkas surat-surat saat BMWCCI Kediri Chapter mengajukan pembukaan rekening resmi chapter untuk mewadahi segala transaksi finansial klub.

Alhasil, bisa dikata semua berkas tersimpan dalam lima tahun usia BMWCCI Kediri Chapter adalah berkas dalam format digital.


Metode penyimpanan.

BMWCCI Kediri Chapter memiliki tiga kategori berkas untuk disimpan yang mana klasifikasi berkas ini juga menentukan jenis media penyimpanannya.

  • Berkas mentah, yang bisa disimpan bisa tidak.
  • Berkas dukungan, yang perlu disimpan, namun jika hilang masih bisa direproduksi lagi atau kalaupun toh hilang, tidak akan mengganggu jejak sejarah dan/atau menghilangkan kearsipan itu sendiri.
  • Berkas penting & utama, yang wajib disimpan dan diamankan. Ini meliputi seluruh berkas administrasi rumah-tangga BMWCCI Kediri Chapter.

Berkas mentah biasanya terdiri dari gambar-gambar yang didownload untuk membuat sebuah eflyer dll. Jika gambar ini hilang, maka akan bisa dicari lagi di internet. Berkas-berkas ini cukup disimpan di media penyimpanan harddisk atau bahkan langsung dihapus ketika semua telah purna.

Berkas dukungan biasanya terdiri dari foto atau video kegiatan. Sebenarnya berkas ini penting, sebab jika hilang, semua tidak akan bisa diulang lagi. Namun foto dan video kegiatan biasanya semuanya telah diuanggah ke laman Facebook secara internal, dengan foto-foto/video yang telah terseleksi akan dipublikasikan terbuka melalui beragam akun media sosial resmi BMWCCI Kediri Chapter disamping tetap disimpan di perangkat penyimpanan dengan status tak akan dihapus.

Berkas utama, nah ini yang paling penting: selain tetap disimpan di media penyimpanan, berkas utama ini disimpan juga di awan penyimpan (cloud storage) – bahasa Indonesia masih memadankan dengan istilah penyimpanan awan, sementara izinkan kami di sini menggunakan frasa awan penyimpan(an).

Dalam lima tahun perjalanannya ini, BMWCCI Kediri Chapter ternyata hanya memerlukan satu wadah awan penyimpan, yakni Google Drive -yang (akan) berganti merk dagang menjadi Google One dengan kapasitas gratis 15GB.

Namun dalam lima tahun ini, kapasitas segitu ternyata sudah penuh.

Untungnya kita masih mungkin untuk membuat akun Google baru lagi, hanya dengan berbekas nomor ponsel yang belum teraktivasi untuk membuat akun Google. Di sini artinya kita bisa menambah 15GB lagi, yang asumsinya bisa diisi dengan berkas penting untuk lima tahun ke depan lagi.

Adapun media penyimpanan yang dipakai, saat ini masih menggunakan HDD (hard disk drive) yang di dalamnya berisi piringan magnetik bergerak, yang sekalipun dibuat sangat aman oleh pabrikannya, namun ini masih menyimpan potensi rusak dikarenakan adanya benda bergerak di dalam tubuhnya.

Ke depannya, doakan BMWCCI Kediri Chapter akan memiliki kemampuan untuk menambah inventaris SDD (solid state disk), media simpan terbaru yang berisi chip elektronis yang relatif sangat aman dari benturan, jatuh, dan kecelakaan ringan lainnya.

Seiring dengan semakin murahnya harga komersial awan penyimpan, mungkin ke depannya ada kemungkinan kita semua baiknya mulai memindah semua berkas penting bukan hanya di media simpan saja, melainkan langsung digandakan penyimpanannya ke awan penyimpan.

Hanya saja untuk saat ini, dalam hitung-hitungan kas vs berkas BMWCCI Kediri Chapter, itu semua masih dipandang belum perlu dulu. Sekali lagi ini masih pertimbangan saat ini, yang ke depannya mungkin akan berbeda.

Itulah sedikit cerita dibalik metode pengarsipan yang ada di belakang dapur rumah-tangga BMWCCI Kediri Chapter.

Mohon saran dan masukan rekan-rekan semua sekalian. Terima kasih telah membaca.