Tips dan trik memilih danmiara BMW lawas untuk pemula.

Pertama, pastikan hati kita cocok. Bukan karena ikut-ikutan teman. Karena miara BMW itu memang kompleks. Kalau hati enggak cocok, ini berpotensi bikin galau.

Kedua, pastikan kebutuhan dan selera kita yang seperti apa. Ada tiga klasifikasi umum di BMW: kompak, menengah, besar.

Semakin kompak akan semakin lincah di manuver dan handling-nya. Juga simpel di perawatannya, karena teknologi keseluruhannya enggak terlalu kompleks (dibanding seri atasnya).

Semakin besar akan semakin nyaman dan kurang lincah di handling, juga akan semakin rumit di perawatannya karena teknologinya yang teramat kompleks.


Untuk yang bingung model apa yang dipilih, saran terbaik kami adalah E36, dengan mesin M43 jika mencari sisi keekonomisan atau mesin M52 untuk mendapatkan performa yang bertenaga.

Atau E34 dengan mesin M50. Hanya biasanya, tampang klasik E34 ini enggak banyak disukai para istri. Padahal model ini nyaman banget dengan harga perolehan yang relatif murah banget namun dengan perawtaan yang masih relatif terjangkau sekali.

Demikian kisi-kisi kecil untuk yang hendak mulai memilih dan miara BMW.

Candi Sawentar.

D’traveller adalah sekelompok anak muda yang suka akan tantangan dan petualangan menjelajah tempat tempat wisata alam, wisata sejarah, bahkan spot-spot yang masih belum banyak orang tahu keberadaannya;

yang mana mereka bukan hanya bersenang senang namun juga menelisik sejarah sejarah dari tujuan perjalanan mereka. “Sejarah” inilah yang mungkin banyak kita lupakan.

Era sekarang, kebanyakan kita pergi kesuatu tempat entah wisata alam atau objek sejarah atau apapun itu yang mungkin hanya untuk berburu foto untuk koleksi dan update status media-sosial kita saja, tanpa mau tau akan sejarah-sejarah dari apa yang kita tuju.

Jangan sampai kita tergolon kaum yang cuman seperti itu ya gaes?

Sejarah adalah makanan otak yang bisa kita konsumsi dengan ringan.

Dari sejarah masa lalu, kita bisa menjalani masa sekarang dan mempersiapkan masa depan.

Dan, bersama BMW-mu, sudahkah kita menjelajahi situs bersejarah: menjelajahi waktu dari masa ke masa?

“History never really says goodbye. History says, ‘See you later.’

Eduardo Galeano.

“Jas merah, jangan sekali-sekali melupakan sejarah.”

Soekarno.

Nmoto Nostalgia.

Mobil atau motor klasik kadang justru diburu penggemarnya dengan beragam alasan. Entah karena alasan nostalgia/kenangan, karena impian yang belum kesampaian dari dulu, atau alasan apapun. Dan jeleknya eh bagusnya, miara barang klasik itu justru bisa jadi investasi. Karena nilai nominalnya bisa jadi malah teru naik alih-alih semakin turun.

Dan meskipun pastinya ketinggalan teknologi, mobil/motor atau barang klasik antik itu kadang memiliki nilai estetika tersendiri yang tiada duanya. Kadang masih dan malah jauh lebih cantik ketimbang barang buatan masa kini.

Seperti BMW, mobil/motor klasik-antiknya selalu terlihat masih cantik-ciamik hingga hari ini, dan niscaa seterusnya. Entah gimana bisa tukang desainnya bikin, mereka selalu bikin produk yang melampaui jamannya.

Terkesima dengan kecantikan sebuah BMW Motorrad R27 klasik di sebuah pameran, Alex Niznik bertekad membuat motor serupa yang menggabungkan kecantikan desain klasik dengan teknologi masa kini.

Ia mengumpulkan sebaris pakar yang ahli di bidangnya masing-masing: pakar logam, tukang mesin, desainer. Bapak pensiunan tersebut membuat Nmoto Nostalgia berbasis BMW R Nine-T.

Sekujur badannya dari aluminium yang dibuat dengan mesin laser CNC. Sasis belakang disesuaikan. Lampu-lampunya sudah LED pastinya. Mesin asli BMW R Nine-T dipertahankan.

Nostalgia dibangun dengan 96 potongan buatan tangan, 74 bagiannya dibuat sendiri oleh Nmoto: tanki bahan bakar, throttle system, spakbor, braket-braket, dan kabel-kabelnya.

Motor ini dibuat berdasarkan pesanan. Sebiji harganya nyaris 50 ribu USD di negara asalnya sono: Amerika.

Mau pesen? Hubungi laman webnya langsung https://nmoto.com

Selebihnya, nikmati saja hasil karya pakdhe Alex ini.