Sendang.

BMWCCI Kediri Chapter menutup bulan Maret 2019 dengan tiga acara sekaligus:

  • Arisan#3 emak-emak Bimmernita Kedirian.
  • Tiup lilin ultah adik Vino, salah seorang Bimmerkid Kedirian, putra dari Bulik Lucky Armada.
  • Dolan turing tipis-tipis ke wanawisata Jurang Senggani, Sendang.

Ketiga acara tersebut tentunya sekaligus menjadi ajang family-gathering. Ya, setiap bulan ada arisan emak-emak Bimmernita Kedirian yang sekaligus menjadi ajang pertemuan keluarga (family gathering).

Dan khusus arisan putaran ketiga ini lebih spesial lagi, karena bulik Lucky yang menjadi sohibul bait/tuan rumah sekalian menggelar momen tiup lilin buat si kecilnya yang ultah.

Plus karena tekape-nya di Tulungagung, beberapa rekan Kedirian memutuskan sekalian main ke lokasi wanawisata yang lagi ngehits.

Dik Vino, salah satu Bimmerkid Kedirian.

30% jalanan rusak.

Berjarak sekitar 20 km dari pusat kota Tulungagung, Jawa Timur, wanawisata dan bumi perkemahan Jurang Senggani ini berlokasi di kecamatan Sendang, satu daerah di lereng Gunung Wilis sisi Tulungagung. Sebagaimana kita ketahui, sisi-sisi Gunung Wilis menghadap ke enam kabupaten di Jawa Timur, yakni: Kediri, Nganjuk, Madiun, Ponorogo, Trenggalek, dan Tulungagung.

Kawasan wisata Sendang ini ibarat Songgoriti, Batu atau mungkin Lembang, Bandung. Ada beberapa obyek wisata alam yang ada di sana. Pada umumnya adalah air terjun dan wanawisata yang merupakan taman yang sekaligus menjad bumi perkemahan, lokasi outbound, atau sekedar buat jalan-jalan saja.

Namun kawasan Sendang ini enggak seramai atau semeriah Batu ataupun Lembang. Meski ada beberapa obyek wisata, lokasinya masih relatif jauh lebih sepi ketimbang Batu ataupun Lembang. Dan ini justru enaknya.

Jarak 20 km rata-rata ditempuh dalam 40 menit. Sebab jalannya relatif sempit/tidak terlalu lebar: bisa buat simpangan kendaraan tanpa harus berhenti namun musti mengurangi kecepatan.

Dari kawasan perkoaan Tulungagung, lokasi mengarah ke luar kota melintasi perkampungan. Hingga ruas terakhir jalanan kemudian memasuki kawasan hutan.

Semakin mendekati lokasi, jalannya berganti jalan cor/concrete dan di beberapa ruas masih makadam, atau lebih tepatnya aspal namun dengan kondisi rusak. Lokasi jalan rusak ini sudah memasuki kawasan hutan, sempit, berkelok, dan kendaraan harus bergantian jalan jika bersimpangan.

Secara total, mungkin sekitar 30% dari keseluruhan ruas ini yang kondisi jalannya sempit, berkelok, dan rusak.

Meski demikian, BMW dengan kondisi standar masih teramat lancar untuk melintasi atau melalui ruas tersebut. Hanya BMW yang udah diceper saja yang akan kesulitan bahkan mungkin tidak mungkin untuk melintasinya.

Terbayarkan.

Perjuangan melintasi jalur ke Sendang dan konsentrasi tinggi untuk melintasi ruas jalan rusak, sempit, dan berkelok ini langsung terbayarkan saat kita sudah masuk ke kawasan wanawisata bumi perkemahan Jurang Senggani, Sendang, Tulungagung.

Berada di sebuah lereng, lokasinya telah ditata rapi. Rumput liar telah diganti dengan rumput taman, menghampar di bawah pepohonan pinus di sepanjang mata memandang.

Lokasi parkir lumayan menampung banyak kendaraan. Faslitas umum juga tersedia dengan sangat memadai: kafetaria, kamar mandi/toilet, juga mushalla.

Udaranya dingin, sudah pasti tentunya.

Ada panggung yang telah disiapkan pengelola wanawisata jika ada yang hendak menggelar event yang memerlukan panggung di situ.

Area perkemahan juga dapat menampung ratusan tenda.

Ada jalan setapak yang sudah dperhatikan keamanannya untuk pengunjung berjalan-jalan atau menuju gazebo di puncak sebuah bukit. Fasilitas outbond juga tersedia dengan pemesanan sebelumnya.

Tiket masuk lokasi juga relatif murah. Satu mobil dengan dua orang dewasa hanya cukup membayar 15 rb saja.

Sepertinya, lokasi ini menarik digunakan untuk menggelar Bimmercamp lagi: kemping ala bimmerfan, yang lokasinya musti bisa dijangkau dengan membawa mobil sedan yang memiliki ground-clearance rendah, tidak setinggi SUV.

Kaluwarga.

Kaluwarga/keluarga adalah hal yang paling utama dalam hidup ini. Sebab kita berasal dan berangkat dari keluarga, serta kembali pulang hanya untuk/pada keluarga. Maka, selalu dahulukanlah keluarga. Oleh karena itu, jangan sampai kegiatan klub terganggu oleh acara keluarga.

BMWCCI Kediri Chapter.
Cinta BMW (untuk) cinta keluarga.
Blue-family of @bmwccikedirichapter Featuring our great lady bimmer @luckyarmada_bmwcci & her lovely bimmerkids. https://www.instagram.com/bmwccikedirichapter/p/BqlcnHUHMCm/

Sebentar…. Awalnya kutipan di atas sepertinya keren: “Maka dahulukanlah keluarga.”

Akan tetapi berikutnya: “… jangan sampai kegiatan klub terganggu oleh acara keluarga.”

Lho?

Kenapa bertolak belakang?

Inilah kaluwarga kecil imut BMWCCI Kediri Chapter, yang minimalis jumlah warganya dan tinggal di kota-kota yang imut. Kebanyakan area di daerah tugas dan kewenangan BMWCCI Kediri Chapter yang membawahi kawasan Kediri Raya dan sekitarnya ini masih berupa kawasan rural/pedesaan. Masih banyak sawah-ladang dan perkebunan meskipun bangunan telah tumbuh dengan semakin merajalela, menggerus keberadaan sawah-ladang yang menjadi sumber pangan utama masyarakat terdekat/di sekitarnya.

Karena kecil dan imutnya, maka koordinasi dalam internal klub menjadi sangat mudah, cair, dan tanpa sekat untuk mengsinkronisasikan agenda keluarga para warganya dengan agenda kegiatan klub.

Contoh sederhana adalah arisan emak-emak Bimmernita Kedirian yang sekaligus family gathering yang digelar pada hari Minggu, tanggal 24 Februari 2019.

Sebagaimana telah terpaparkan sebelumnya, bahwa kekuatan emak-emak Bimmernita Kedirian ini ternyata begitu perkasa untuk mewujudkan hal-hal “sepele” namun ternyata membutuhkan koordinasi rumit, pelik, dan mendetail semacam acara arisan dan pertemuan keluarga rutin bulanan ini.

Dalam grup internal emak-emak, persiapan seperti ini sudah dijalankan lebih dari dua minggu sebelumnya. Semuanya ditanyai satu per satu:

  • Semua sama bisa hadirnya kapan/hari apa – tanggal berapa.
  • Enaknya bertempat di mana.

Semuanya akan bakal konfirmasi bisa/tidaknya hadir dan menjangkau lokasi yang direncanakan.


Setelah semuanya disepakati, meski ada satu-dua yang tetap berhalangan hadir karena ada agenda yang benar-benar musti diatensi, barulah keputusan ditetapkan dan dipublikasikan.

Alhasil, karena kecilnya anggota kaluwarga Kedirian dan kuatnya aksi koordinasi di kalangan emak-emak, tingkat atensi setiap kegiatan (internal) klub senantiasa tinggi.

Inilah maksud sesungguhnya pakem “Dahulukan keluarga, dan jangan sampai kegiatan klub terganggu oleh acara keluarga.”

Karena adanya kekuatan koordinasi itu tadi. Sehingga jadwal terluang dari semua warga Kedirian bisa didapat dan kemudian menjadi jadwal kegiatan/agenda klub.

Maka jadilah keluarga masing-masing bisa nyaman menjalankan acaranya, dan keluarga kecil BMWCCI Kediri Chapter bisa mendapatkan jadwal kebersamaannya.


Ya, ini mungkin sesuatu yang “sepele”, namun ini penting. Karena di atas hal “sepele” tadi ada kekuatan besar yang terjaga, terpelihara, dan terlestarikan: kebersamaan, kekeluargaan, dan cinta.

Di dalam klub ini, banyak hati yang menyatu bersama di dalam keluarga kecil BMWCCI Kediri Chapter, klub yang begitu mencintai BMW dan begitu mencintai keluarga. [Jaga Wara]

Arisan#2 Bimmernita Kedirian & Family Gathering.

Emak-emak Bimmernita Kedirian kembali menggelar arisan, kali ini putaran kedua, pada hari Minggu tanggal 24 Februari 2019.

Bertempat di salah satu kafe di kawasan Kediri, sebagaimana bulan sebelumnya arisan ini tentu saja sekaligus menjadi ajang pertemuan keluarga.

Bapak-baak, emak-emak, dan anak-anak semua saling menumpahkan kegembiraannya karena kembai bertemu.

Setelah semua hadir, emak-emak langsung menggelar kocokan arisannya di ruang pertemuan (meeting room) yang telah dipesan sebelumnya.

Sementara itu bapak-bapak asyik berkalangan sendiri di luar, karena beberapa dari mereka merokok dan tidak ingin mengganggu pihak lain yang tidak merokok.

Adapun anak-anak, sebagian ada yang di dalam ruangan bersama para bunda mereka: berkaraoke ataupun adu permainan daring, sementara yang masih balita sibuk berloncatan di arena bermain/playground mini yang ada di lokasi.

Setelah kocokan arisan kelar dilanjutkan makan siang bersama.

Usai makan siang, semua -baik para bapak dan emak- berkumpul di ruang pertemuan. Ada sosialisasi tentang BMWCCI dan BMWCCI Kediri Chapter kepada warga Kedirian yang baru gabung atau sebagai refreshment kepada semua warga Kedirian: bahwa BMWCCI adalah klub resmi yang berinduk di BMW Clubs International Council yang berkedudukan di kantor BMW Jerman sana. Dan oleh karenanya, maka BMWCCI harus tunduk kepada ikatan dan aturan yang dikeluarkan oleh BCCM – BMW Clubs and Community Management, alias board of management-nya BMW Clubs International Council.

Sosialisasi ini disampaikan oleh para pengurus BMWCCI Kediri Chapter secara bergantian dengan bahasa yang ringan.

Kemudian sempat akan dibahas juga mengenai agenda ulang tahun BMWCCI Kediri Chapter: apakah hendak menggelar sebuah acara atau cukup tumpengan dan doa bersama saja.

Namun untuk agenda ini belum ada pembahasan sama sekali apalagi lebih lanjut mengingat keterbatasan waktu yang ada dan rencananya akan dibahas lebih intensif dalam kesempatan berikutnya.

Seluruh rangkaian acara kemudian ditutup dengan foto bersama sebelum kemudian semuanya kembali pulang dengan suasana hati yang bahagia plus segumpal harapan untuk kembali bertemu pada bulan selanjutnya.

Sayangnya, karena keterbatasan slot parkir, tidak ada barisan unit yang bisa diabadikan dalam satu jepretan foto bersama. [Jaga Wara]

BMWCCI Kediri Chapter membuka 2019.

“Dengan berkiprahnya emak-emak secara “resmi” di internal rumah tangga klub, diharapkan kekuatan BMWCCI Kediri Chapter sebagai klub yang menomorsatukan keluarga di atas segalanya, mengerucutkan kegiatan dan nuansa klub ke arah keluarga, berangkat dari dan mengembalikan apa yang didapat dari klub kembali ke keluarga akan semakin kuat dan semakin kuat lagi.”

BMWCCI Kediri Chapter, salah satu chapter di bawah klub resmi BMW Car Clubs Indonesia (BMWCCI) yang melingkupi kawasan Kediri Raya dan sekitarnya ini membuka tahun 2019 ini dengan momen sederhana namun spesial.

Ada satu momen yang diwujudkan dalam dua kegiatan dalam satu waktu sekaligus.

Momen tersebut adalah peresmian berdirinya sayap organisasi yakni Bimmernita Kedirian.