BMWCCI Kediri Chapter membuka 2019.

Bimmernita Kedirian.

Dari namanya terlihat jelas ada ini Bimmernita Kedirian. Ini adalah sayap ibu-ibu “dharma wanita” di lingkup BMWCCI Kediri Chapter.

Lima tahun BMWCCI Kediri Chapter hadir turut meramaikan kancah blantika paguyuban otomotif di tanah air, khusus di kawasan Kediri raya dan sekitarnya, klub ini banyak mengadakan kegiatan internal maupun mengikuti kegiatan/mendatangi undangan eksternal.

Selama lima tahun ini baru disadari, ternyata ada peran hebat emak-emak di belakang panggung yang berandil besar mewujudkan dan menyukseskan apa yang menjadi hajat-kegiatan BMWCCI Kediri Chapter.

Dimulai dari hal sederhana: merancang dan merencanakan anjangsana silaturahmi mengunjungi warga Kedirian yang mendapatkan momongan baru atau melawat warga Kedirian yang anggota intinya telah mendahului kita berpulang ke rahmatullah, emak-emaklah yang mengatur dan mempersiapkan semuanya. Jamnya, titik kumpulnya, run-down-nya, sampai kegiatan tambahan semacam makan siang di mana begitu.

Hal “sepele dan sederhana”, namun tanpa campur tangan dingin emak-emak melalui sayap grup WA Bimmernita Kedirian, mungkin kegiatan yang hendak dijalani akan terlalu mengalir, molor, enggak efektif, dan justru buang-buang waktu tanpa benefit.

Maklum, bapak-bapak itu setiap break selalu ngopi dan kalo belum ngopi maka akan bikin break sesuka-sukanya. Yang kayak gini ini bisa bikin perjalanan Kediri – Malang yang normalnya tiga jam bisa jadi tujuh jam; demikian misalnya.

Dengan campur tangan dingin emak-emak, maka bapak-bapak tinggal isi bahan bakar dan bejek gas. Pit-stop di mana dan berapa lama, semua manajemen “sepele” namun ternyata berdampak signifikan ini sudah diatur oleh emak-emak.

Jadilah kemudian perjalanan yang melibatkan banyak keluarga seperti itu bisa berlangsung lancar, efektif, dan efisien. Setiap waktu yang terjalani memunculkan manfaat untuk kebersamaan seluruh keluarga.

Luar biasa!

Sampai yang paling kelihatan adalah saat BMWCCI Kediri Chapter menggelar kegiatan Bimmercamp 2018 pada akhir April 2018 silam sebagai peringatan ulang tahun keempat klub ini.

Acara kemping di sebuah garden/park di tengah kota itu enggak akan pernah bisa terlaksana tanpa kiprah maut emak-emak.

Bapak-bapak memang yang memasang tiang-tiang, banner-banner, pegang palu, pegang tang, pegang gergaji, … semuanya.

Namun emak-emaklah yang telaten duduk berjam-jam membungkusi bingkisan hadiah kecil yang dibagikan-bagikan ke peserta. Emak-emak pula yang membuat konsumsi itu tahu-tahu sudah tersedia dan entah bagaimana ceritanya dan datangnya.

Panitia memang mencatat semua hal dan semua detail pada google-sheet kala itu, sehingga semua transaksi bisa langsung diinput secara real-time. Para panitia kunci memiliki hak ases untuk hal-hal administratif semacam ini.

Namun emak-emaklah yang mengingatkan para bapak untuk check to do list-nya: ada yang masih kelewatan atau belum, yang sudah dikerjakan sudah tuntas atau masih ada yang kurang, dan buanyak lagi semuanya. Termasuk kontrol terhadap ketepatan waktu untuk kapan memulai sebuah tugas.

Intinya, tanpa emak-emak di belakang layar, bapak-bapak mungkin cuman memegang to do list dan gelagapan mengatur manajemen waktunya. Lha gimana enggak, mau belanja peralatan ini-itu saja selalu pake acara pembukaan sporadis: ngopi. Hehehehe….

Emak-emak pula yang mempersiapkan si kecil sudah mandi rapi jali sambil nunggu bapak-bapak pulang kerja sehingga bisa kemudian tinggal sedikit persiapan kecil di masing-masing rumah tangga, semua anggota keluarga bisa berangkat ke venue bersama-sama dan serempak datang bersama masing-masing keluarga warga Kedirian.

Amazing!

Emak-emak mungkin memang “cuman menyiapkan handuk” untuk para bapak. Tapi tanpa ini semua, dijamin janjian datang ke venue buat aksi kerja bakti massal gotong royong persiapan Bimmercamp bakalan berantakan.

Enggak lucu jika waktu kurang dari 12 jam dimulai dari lepas Isya’ yang tersedia untuk aksi kerja bakti massal gotong royong persiapan Bimmercamp harus banyak terbuang karena nunggu Mas A yang belum datang sementara dia membawa peralatan ini; Mas B belum hadir sementara dia membawa perangkat itu, dan seterusnya yang itu semua hanya karena di rumah musti mencari handuk yang kelupaan ditaruh entah di mana dan kelimpungan karena terlanjur membasahi badan ternyata sabun mandinya sudah habis.

Alhasil, apa yang selama ini terasa “sepele” di tangan emak-emak, ternyata sesungguhnya apa yang mereka lakukan adalah penentu nasib dan masa depan klub ini, BMWCCI Kediri Chapter ini. Berkat dukungan habis-habisan emak-emak, kegiatan dalam semalam itu bisa kelar semua sesuai rencana!

Lima tahun lamanya, emak-emak hanya menjadi teman diskusi para bapak di rumah masing-masing. Hasil diskusinya, kemudian dirapatkan lagi oleh bapak-bapak yang memang menghasilkan keputusan dan kesepakatan, namun ternyata itu semua jauh dari apa yang menjadi persepsi emak-emak.

Jadilah saat pulang ke rumah, semua bapak kompak diomeli istri masing-masing, “Harusnya enggak begitu!”

Nah ketimbang ribet harus merapatkan hal yang bisa jadi kontrapersepsi dengan emak-emak yang punya kendali kuat terhadap kondisi internal rumah tangga klub, atas pertimbangan ini maka sekalian sajalah jika emak-emak disahkan posisi dan kekuatannya untuk turut maju ke depan untuk lebih menata, merapikan, dan menguatkan manajemen rumah-tangga internal BMWCCI Kediri Chapter.

Dengan kesepakatan kuat dan bulat, bapak-bapak menyatakan pasrah dan menyerahkan semua manajemen internal rumah tangga klub kepada emak-emak. Biar bapak-bapak bisa tetap dan lebih fokus ke manajemen organisasi formalnya. Makum, ini adalah klub resmi yang terikat dengan aturan resmi dari Jerman sana yang musti dijalankan dengan disiplin di sela-sela sisa waktu usai kerja.

Bimmernita Kedirian adalah nama yang secara resmi diluncurkan untuk menyatakan perwujudan ini. Otomatis, sesiapapun yang menjadi Bu Lurah Kedirianlah yang menjadi punjer alias titik pivot koordinasi para pengasuh jiwa-raga rumah tangga ini.

Dengan berkiprahnya emak-emak secara “resmi” di internal rumah tangga klub, diharapkan kekuatan BMWCCI Kediri Chapter sebagai klub yang menomorsatukan keluarga di atas segalanya, mengerucutkan kegiatan dan nuansa klub ke arah keluarga, berangkat dari dan mengembalikan apa yang didapat dari klub kembali ke keluarga akan semakin kuat dan semakin kuat lagi.

Berlambang Srikandi -yang kita semua tahu itu siapa- dengan slogan “Where the Power Come From”, ini menegaskan jati diri emak-emak Bimmernita Kedirian ini. Logo dan slogan ini telah mendapatkan persetujuan dari divisi Brainsom BMWCCI.

Ya, memang dari emak-emaklah kekuatan manajemen internal rumah tangga BMWCCI Kediri Chapter ini muncul. Dan dari rahim emak-emak kitalah, para bapak yang luar biasa berani memilih dan merawat BMW ini lahir juga.

Leave a Reply