Candi Sawentar.

Temuan lain di wilayah Sawentar.

Angka tahun.

Angka tahun tersebut ditemukan di kompleks makam Kanigoro, ± 2Km dari Sawentar. Dari temuan tersebut jelas ini adalah sebagian dari banguan percandian. Oleh sebab itulah wilayah Sawentar diduga kuat merupakan kompleks percandian yang luas dan besar.

Angka tahun tersebut terbilang 1274 Śaka (1352 M). Pada tahun itu pemerintahan kerajaan Majapahit dipimpin oleh Hayam Wuruk. Kemungkinan candi ini adalah hadil pemugaran dari Hayam Wuruk yang diberitakan pada Negarakertagama.

Huruf berkalimat.

Batu yang bertiluskan huruf jawa kuno tersebut juga ditemukan di makam Kanigoro. Batu ini diduga ditempatkan pada ambang pintu bangunan.

Huruf yang terdapat pada batu tersebut terbalik tata polanya karena batunya memang terbalik saat meletakkan. Jika ingin membacanya kita harus memutar 180º.

Huruf tersebut berbunyi “ita cangkaha ya hala” yang berarti sombong itu ya jelek/buruk. Kata-kata tersebut merupakan sebuah pesan moral yang bisa jadi berhubungan dengan sejarah candi tersebut.

Dibutuhkan penelitian lebih lanjut untuk mengungkap hal ini, berkaitan dengan raja siapa atau pendharmaan dari siapakah dan apa fungsinya bangunan pada kompleks makam Kanigoro tersebut.

Struktur batu andesit.

Struktur batu tersebut selain dari runtuhan puncak Candi Sawentar 1 juga merupakan temuan yang terdapat di makam Kanigoro.

Terdapat juga dua buah fragmen nisan kuno yang terbuat dari batu andesit (masih perlu dibuktikan keasliannya).

Puing-puing atap bangunan yang bercampur dengan beberapa bagian badan tersebut memberikan informasi sekali lagi pada kita bahwasaanya di kompleks makam Kanigoro dahulunya didapati bangunan percandian. [5050magz.com/wiki]

Leave a Reply