67 TAHUN EMHA AINUN NADJIB.

Bukan hanya tanki bahan bakar atau batere yang harus diisi, otak ini juga perlu diisi terus dengan wawasan dan pengetahuan.

Bukan hanya bodi atau interior kendaraan yang harus selalu dibersihkan. Hati kita ini juga perlu senantiasa terus dibersihkan agar terbebas dari segala kotoran hati dan kuman kedengkian.

Cak Nun, Mbah Nun hadir enggak ada urusannya dengan bimmer. Ngapain sosok seagung beliau ngurusi kaum bimmerfan? Yang harus dia momong/emong adalah seluruh manusia seantero nusantara, bahkan seantero dunia ini. Agar wawas otaknya dan bersih hatinya.

Namun sebagai bimmerfan, kami punya “urusan” dengannya. Sebab dialah guru otak dan hati kami senantiasa.

Sebagai bimmerfan, kami harus tunduk taat patuh kepada peraturan lalu-lintas jalan raya. Namun sebagai manusia anak bangsa Indonesia, kami senantiasa mendengarkannya agar kami enggak jadi manusia yang arogan, baik di masyarakat maupun di jalan raya.

Sebagai bimmerfan, kami berusaha sekuat tenaga merawat bimmer kami agar bisa mengantarkan kami dengan selamat saat berkendara dari titik sini ke titik sana. Namun sebagai anak bangsa Indonesia, kami mendengarkannya agar kami bisa berkiprah dan bermanfaat kepada masyarakat, bangsa, dan alam raya; selamat dunia-akhirat.

Sebagai bimmerfan dan anak bangsa, dengan mendengarkannya kami akan ringan untuk menyumbangsihkan bimmer dan diri kami sendiri ini untuk kepentingan orang banyak, bukan sebaliknya mengorbankan kepentingan orang banyak demi bimmer dan diri kami sendiri.

Sugeng tanggap warsa, selamat ulang tahun Mbah Nun. Teruslah jangan pernah lelah memimbing kami yang masih penuh kesesatan batin ini.

Sehat senantiasa ya Mbah! Doa kami menyertai.

Leave a Reply