Inilah sesepuh BMWCCI Kediri Chapter.

BMWCCI Kediri Chapter berdiri, dibangun, hidup, dan berkembang dengan prinsip dan azas kekeluargaan yang sama rasa sama rata dan berkeadilan yang proporsional. Meski klub resmi, BMWCCI Kediri Chapter dijalankan dengan demokrasi kekeluargaan yang jauh dari nuansa feodalisme. #halah #apaansih

Enggak ada senioritas-yunioritas di dalam klub ini meski ada warga yang telah hadir sejak lama ataupun yang baru saja hadir dan bergabung. Namun demikian, siapakah sesungguhnya sesepuh yang membidani, merawat, bahkan melahirkan klub ini?

Beliau adalah AG017 Agus Subyantoro, panggil saja Mas Agus. Nama yang kondang seantero nusantara.

Pria kelahiran Banyuwangi dan berkuliah di Yogya ini menetap di Blitar, di kampung halaman sang istri tercinta, Mbak Ifana Puspa. Saat ini beliau menjalankan usaha biro perjalanan & wisata Ortus Tours sedangkan Mbak Ifana adalah abdi negara yang melayani masyarakat.

Era 2010, Mas Agus sudah bersama dengan rekan-rekan Bimmerfan Kedirian, Blitarian, Tulungagung, dan sekitarnya. Hingga 2014, Mas Agus bersama rekan-rekan di kawasan Kediri Raya dan sekitarnya turut me-mandegani berdirinya BMWCCI Kediri Chapter.

Saat posting ini kami ketik, Mas Agus menjabat sebagai Bayan alias pelaksana harian alias wakil Lurah BMWCCI Kediri Chapter. Beliau bukan saja hanya aktif menjalankan tugas-tugas klub, melainkan juga lebih aktif lagi untuk memantau, mengayomi, mengkoordinasi, dan memfasilitasi bahkan membantu pelaksanaan banyak tugas lain yang diemban rekan-rekan lainnya.

Mulai dari tugas teknis, sekedar mencetak stiker misalnya, hingga tugas manajerial seperti menjadi PIC/koordinator-penanggung jawab sebuah acara/agenda/kegiatan BMWCCI Kediri Chapter semuanya telah dan pernah beliau lampaui.

Bukan sekedar melampaui dan sukses mengemban, menjalankan, dan menunaikannya. Semua beban, tugas, dan tanggung jawab klub yang diamanatkan kepada beliau, bukan saja hanya kelar dan beres namun juga terwujud dan tercapai dengan sempurna!

Mas Agus juga dikenal sebagai satu-satunya warga Kedirian yang paling independen: menjalankan roda organisasi sesuai kaidah. aturan, dan tata-cara organisasi sekaligus menjaga silaturahmi sesama warga BMWCCI Kediri Chapter bahkan dengan sesama warga komunitas otomotif di sekitaran; namun beliau sangat memisahkan urusan (antar) personal/pribadi (yang enggak berkaitan sama sekali) dengan urusan klub.

Enggak ada ceritaya di tangan beliau, urusan pribadi antar personal bercampur aduk dengan urusan klub. “Independensi” inilah yang membuat kami semua tanpa terkecuali begitu hormat dan respek/menghargai betul-betul terhadap beliau.

Meski demikian, beliaunya sama sekali bukanlah sosok yang kaku, keras, ataupun birokratis. Sangat berbalik dengan itu semua, meski tegas namun beliau ini cenderung lemah-lembut dalam menghadapi rekan-rekannya sesama warga Kedirian. Lebih dari itu, bagi warga Kedirian, Mas Agus ini malah dikenal sebagai sosok yang sangat humoris. Lebh tepatnya: ngeselin!

Jika berbicara dan berpendapat, banyakan plesetannya meski inti pendapatnya sama sekali enggak hilang dan enggak kabur.

Sering kali rekan-rekannya para warga Kedirian yang harus menjelaskan ulang ada apa yang terjadi karena beliau datang dengan telmi dan lemot. Baru setelah beliaunya nyambung wabil connect, semuanya menjadi clear dan tercerahkan oleh nasihat dan arahan beliau.

#Ampun, Mas! Njenengan emang warbiasah!


Mas Agus adalah panutan dan teladan kami tentang bagaimana klub ini atau sebuah klub seharusnya dijalankan: aturan organisasi ditegakkan, silaturahmi antar-warga dijaga erat, namun urusan antar-personal sama sekali tidak dilibatkan apalagi dicampradukkan. Dari kiprah beliaulah akhirnya kami mendapatkan gudance tersebut.

Dan dengan bangga kami meneladaninya sebagai sesepuh sesungguhnya BMWCCI Kediri Chapter. Dia/beliaulah Mas Agus Subyantoro, The Father of BMWCCI Kediri Chapter.[]

5050magz.com

Jangan banyak omong, tulis saja! (HB Jassin)

Awal tahun 2018, pengurus pusat BMWCCI menggelar acara bertajuk Leaders Summit (LS). Di acara ini, semua ketua dan staf Brainsom (branding, informatic, and social media) chapter/register (chapreg) BMWCCI dikumpulkan dan mendapatkan bimbingan dan pelathian tentang manajemen organisasi dan brainsom dari para pengurus pusat plus beberapa pihak yang diundang untuk memberikan pembekalan ini.

Tepat sebelum LS, BMWCCI Kediri Chapter sempat memiliki ide membuat buletin/majalah internal yang rencana terbit dalam versi offline-digital dan print-on-demand plus versi online-nya tentunya.

Media tersebut diangan-angan berisi tentang seluk-beluk dan aktivitas BMWCCI Kediri Chapter plus chapreg lain se-Indonesia; seluk-beluk penanganan dan perawatan unit BMW kita, dan tema-tema lain terkait seperti perkembangan teknologi sehari-hari, titik-titik lokasi turing: wisata kuliner, alam, dan budaya; dan hal-hal lain.

Pada acara LS tersebut, perwakilan dari BMWCCI Kediri Chapter berkesempatan menyampaikan ide tersebut dan meminta arahan dan rambu-rambu yang mesti dipatuhi.

Ndilalah, Om Gerry Nasution (OGN) sebagai salah satu founder BMWCCI menyambar mic dan langsung meminta rencana majalah ini menjadi majalahnya BMWCCI. Karena banyak klub BMW di berbagai belahan lain dunia ini telah memiliki media massa yang terkelola, dan telah lama angan-angan ini ada di BMWCCI namun belum ada pihak yang bisa mewujudkannya.

Secara langsung di hadapan para peserta LS, OGN meminta BMWCCI Kediri Chapter meng-expand ide ini dan menaikkan ide majalah lokal ini menjadi majalah nasional BMWCCI yang tetap dikelola di bawah naungan BMWCCI Kediri Chapter.

Jujur saja kami kaget awalnya mendengar tantangan ini. Sungguh, ini sama sekali benar-benar di luar prediksi dan dugaan kami.

Namun, kenapa tidak?

***

Sambil jalan pelan-pelan, kami menyempatkan meeting dengan OGN di sela-sela acara launching BMW X3 di Bromo, sekitar pertengahan tahun 2018. Beliau yang baru saja datang dan beristirahat di salah satu hotel di Surabaya, kami sergap untuk mempresentasikan draft tata-letak dan rancangan rubrikasi.

Sambil mencari nama yang tepat untuk media ini.

Setelah diskusi dan elaborasi sana-sini,akhirnya OGN mencetuskan ide nama yang awalnya malah kami jadikan tagline: 50:50.

50:50 adalah salah satu konsistensi BMW dalam merancang produknya, yakni 50:50 weight-distribution, alias imbang setengah ruas depan dan setengah ruas belakang pada unit-unit kendaraan produksinya.

50:50 berarti juga stabilitas.

Dalam konteks jurnalistik, 50:50 juga bisa kami maknai keberibangan, covering both-side story, lengkap dari semua sisi. Meskipun media yang hendak kami lahirkan ini bukanlah media informasi publik yang memaktub berita umum. Tentunya, ini adalah niche media yang ya memang ngomongkan tenatng BMW, bimmerfan, dan seluk beluknya. 😀

Akhirnya, tengah malam di suatu malam itu, kami menyepakati nama media itu.

***

Kami melanjutkan diri membangun tim kecil.

Media ini kami bangun benar-benar tanpa modal. Segala kebutuhan di depan, murni berasal dari kas pribadi: komputer pribadi, kuota internet pribadi, sampe trasportasi ke sana-sini pakai uang saku pribadi. Termasuk membangun websitenya.

Meski ke depannya kami berharap media ini bisa menghasilkan biaya operasionalnya sendiri melalui iklan atau endorsement lainnya, di depan kami jauh dari pikirn ini. Yang penting ia bisa jalan dan kontinyu aja dulu, itu sudah bagus.

Beberapa rekan bimmerfan di banyak tempat di Indonesia kami kontak, kami presentasikan ide ini, dan kami rayu untuk bersedia menjadi sukarelawan. Setidaknya, kami butuh ada yang menangani TI/teknologi informasi, yang lebih spesifik merawat situs 5050magz.com dan tim redaksi. Plus yang bertanggung jawab untuk menjawab beragam pertanyaan yang kami siapkan di segmen coaching-clinic.

Tepat awal tahun 2019, tim telah siap. Website kami buka, tentunya dengan isi yang masih kami persiapkan. Dan rancangan majalah sedang kami siapkan.

Semua informasi dan perkembangannya dapat Anda ikuti di http://5050magz.com/

MOHON doa restu, masukan, dukungan, dan ayo pasang iklan di sana dong!

Ini dari kita-kita, oleh kita-kita, dan untuk dunia.

#5hine #5hiningforever

Untuk tahun 2019 ini, BMWCCI Kediri Chapter melahirkan sebuah semangat baru yang berjuluk: 5hine, yang dibaca shine yang berarti terang atau bercahaya.

“Agar BMWCCI Kediri Chapter menjadi klub yang semakin bercahaya dan bersinar terang!” Demikian penjelasan Mas Ghofar Ilmi, Lurah periode 2018 – 2020 BMWCCI Kediri Chapter.

“Selain itu juga agar lebih menyinari dan menerangi semua warganya pun semua teman, relasi, kolega, dan semuanya saja bisa lebih terang dalam merawat unitnya, dalam bersilaturahmi antar sesama dan semua, dan semakin kuat menjaga budaya tertib lalu-lintas di jalan raya.” Tambah bapak empat anak ini.

Untuk menguatkan semangat ini, diluncurkan dua tagar/hastag yang dipakai di beragam media sosial dan komunikasi resmi BMWCCI Kediri Chapter, yakni #5hine dan #5hiningforever

Bibit-bibit terbentuknya BMWCCI Kediri Chapter telah ada sejak era 2010. Hingga pada tahun 2014 klub ini resmi dibentuk, berdiri, dan dikukuhkan menjadi bagian dari bagian dari keluarga BMW Car Clubs Indonesia, klub resmi BMW yang berpusat langsung di Jerman sana.

BMWCCI Kediri Chapter belum merancang jenis kegiatan khusus berkaitan dengan manifestasi semangat 5hine ini. Namun apapun nantinya yang akan diperbuat oleh klub ini, semangat 5hine ini semoga akan senantiasa melingkupinya. Mohon dukungan, masukan, dan doa restunya senantiasa.

– Jaga Wara BMWCCI Kediri Chapter.