PEMERIKSAAN SEBELUM BEPERGIAN.

Ada yang sudah biasa menghadapi perjalanan jauh, ada yang jarang-jarang.

Sekedar mengingatkan, berikut beberapa hal yang perlu diperiksa dan dipastikan sebelum memulai perjalanan (jauh) dengan kendaraan kita.

  • Pastikan ban aman, ada ban serep dan dongkraknya.
  • Pastikan semua lampu berfungsi dengan baik: lampu depan, lampu sein, lampu belakang, lampu rem.
  • Pastikan wiper bekerja dan berfungsi dengan benar.
  • Pastikan semua fluida aman, tidak ada yang bocor, dan sesuai kapasitasnya: oli mesin, oli transmisi & gardan, minyak rem & kopling, air radiator, air wiper.
  • Pastikan saringan udara bersih dan busi bekerja dengan normal.
  • Pastikan saldo etoll cukup.
  • Pastikan minum air putih secara berkala.
  • Pastikan batere HT terisi penuh.

Semua bentuk perawatan dan penanganan darurat ada di buku manual. Baca kembali buku manualmu sebelum berkendara jauh.

Selamat menikmati perjalanan.

Candi Sawentar.

D’traveller adalah sekelompok anak muda yang suka akan tantangan dan petualangan menjelajah tempat tempat wisata alam, wisata sejarah, bahkan spot-spot yang masih belum banyak orang tahu keberadaannya;

yang mana mereka bukan hanya bersenang senang namun juga menelisik sejarah sejarah dari tujuan perjalanan mereka. “Sejarah” inilah yang mungkin banyak kita lupakan.

Era sekarang, kebanyakan kita pergi kesuatu tempat entah wisata alam atau objek sejarah atau apapun itu yang mungkin hanya untuk berburu foto untuk koleksi dan update status media-sosial kita saja, tanpa mau tau akan sejarah-sejarah dari apa yang kita tuju.

Jangan sampai kita tergolon kaum yang cuman seperti itu ya gaes?

Sejarah adalah makanan otak yang bisa kita konsumsi dengan ringan.

Dari sejarah masa lalu, kita bisa menjalani masa sekarang dan mempersiapkan masa depan.

Dan, bersama BMW-mu, sudahkah kita menjelajahi situs bersejarah: menjelajahi waktu dari masa ke masa?

“History never really says goodbye. History says, ‘See you later.’

Eduardo Galeano.

“Jas merah, jangan sekali-sekali melupakan sejarah.”

Soekarno.